LONDON – Chelsea sukses memenangkan perburuan terhadap striker RB Leipzig, Timo Werner. Padahal, Si Biru sama sekali tidak pernah dihubungkan dengan penyerang berkebangsaan Jerman itu. Pergerakan senyap Chelsea di bawah pimpinan Marina Granovskaia itu sungguh mengagumkan.
Sosok Marina Granovskaia sudah terlihat di Chelsea sejak 2014. Perempuan berdarah Kanada itu merupakan asisten pribadi sang pemilik, Roman Abramovich, selama 20 tahun kariernya di Sibneft, perusahaan minyak yang dipunyai pengusaha berkebangsaan Rusia tersebut. Ia berkarier di Sibneft sejak lulus dari universitas pada 1997.
Baca juga: Pindah ke Chelsea, Timo Werner Naik Gaji
Sejak 2014, Marina ditunjuk sebagai chief executive Chelsea. Sebelum ditunjuk sebagai orang nomor dua di Chelsea setelah Abramovich, perempuan berambut hitam itu berkutat dengan urusan transfer serta kontrak kerjasama di klub.
Tangan dingin Marina Granovskaia terbukti membuat Chelsea meraup uang dalam jumlah besar dari proses transfer. Situs Transfermarkt mencatat, klub asal London Barat itu mampu mengumpulkan uang senilai 521 juta poundsterling (setara Rp9,29 triliun) dari lantai bursa transfer.
Uang dalam jumlah besar itu tentu tidak bisa diraih andai Marina Granovskaia bukan seorang negosiator ulung. Kelihaian dalam negosiasi terlihat kala memaksa Everton menjual Ross Barkley dengan nilai jauh di bawah dari permintaan awal.
Selain dari sisi negosiasi transfer, ia juga berperan besar dalam mengamankan kontrak senilai 60 juta poundsterling (setara Rp1,06 triliun) per tahun dengan salah satu apparel hingga 2032. Tak pelak, sosoknya kini menjadi semakin berpengaruh di Chelsea. Kesuksesannya merebut Timo Werner dalam operasi senyap, membuat Si Biru kian diuntungkan.
(Ramdani Bur)