2. Andriy Shevchenko
Selain tiga nama tersebut, Andriy Shevchenko juga turut mencicipi kondisi penurunan karier saat berlabuh ke The Blues. Padahal, dia adalah salah satu striker paling mematikan di masanya. Pada masa kejayaannya, dia adalah pemain hebat di depan gawang. Pemain berpaspor Ukraina itu sangat dikagumi di AC Milan dan memenangkan Ballon dOr pada 2004.
Shevchenko memiliki sejumlah prestasi luar biasa atas namanya dan menjadi pencetak gol tertinggi ketiga di Liga Champions pada saat itu. Dengan kondisi ini, Chelsea pun memburu Shevchenko dan berhasil mendapatkan jasanya setelah menebus dengan mahar 30,8 juta poundsterling.
Tapi, Shevchenko gagal memenuhi ekspektasi tinggi. Dia mencetak 14 gol dalam 51 penampilan di musim debutnya di klub. Dia tidak dapat melanjutkan bentuk apiknya yang telah membuatnya menjadi salah satu striker paling ditakuti di benua ini.