HARI ini, 19 April 2020, tepat 90 tahun berdirinya Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Induk organisasi sepakbola Tanah Air yang didirikan oleh Soeratin Sosrosoegondo itu, telah banyak berjasa terhadap perkembangan dunia si kulit bulat di Indonesia.
Dalam perjalannya hingga menginjak usia yang ke-90 tahun, memang banyak kontroversi yang dialami PSSI. Salah satunya masalah dualisme federasi yang sempat terjadi di dekade awal 2010-an. Namun, tak elok rasanya jika hanya keburukannya saja yang diulas.
(Maulwi Saelan (kanan) kiper andalan Timnas Indonesia di Olimpiade 1956. Foto: Dokumentasi Pribadi)
Terlebih di bawah kepemimpinan ketua umum PSSI yang baru yakni Mochamad Iriawan, tanda-tanda perbaikan tata kelola sepakbola Tanah Air sudah terlihat. Terbukti, kick off Liga 1 2020 digelar lebih cepat, setidaknya dalam 10 tahun terakhir. Selain itu, PSSI pun dipercaya FIFA menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 yang digelar pertengahan Mei mendatang.
Sekarang yang jadi pertanyaan, prestasi apa saja yang ditorehkan PSSI setidaknya bagi Tim Nasional (Timnas) senior Indonesia? Berkat bantuan dari PSSI, segudang prestasi pernah ditorehkan Timnas Indonesia.
Bisa dibilang, performa terbaik Tim Nasional tersaji pada 1950-an, tatkala ditangani pelatih keturunan Kroasia, Toni Pogacnik. Pelatih yang juga pernah membela panji Yugoslavia itu mencatatkan prestasi yang luar biasa.
Dibilang luar biasa karena di tangan Pogacnik, Timnas Indonesia pernah menembus semifinal Asian Games 1954 Filipina dan merebut medali perunggu di ajang yang sama pada 1958 (Jepang). Namun, bukan dua hal di atas pencapaian terbaik Pogacnik bersama Timnas Indonesia.
BACA JUGA: 90 Tahun Lalu PSSI Berdiri untuk Melawan Penjajahan
Pria yang meninggal di Bali pada 1 Mei 1978 itu membawa Timnas Indonesia lolos ke perempatfinal Olimpiade 1956 Melbourne! Bahkan di fase grup, Timnas Indonesia sanggup menahan raksasa sepakbola dunia saat itu, Uni Soviet, dengan skor 0-0!