“Kami menyiapkan protokol untuk menjamin keamanan skuad untuk kembali berlatih. Akan tetapi, kami tidak membuat keputusan kapan liga dilanjutkan. Kami menduga akan terjadi pengurangan jumlah pemain yang bisa kembali berlatih dalam 2-3 pekan. Mereka butuh tes swab dan darah,” urai Paolo Zeppilli, mengutip dari Football Italia, Jumat (17/4/2020).
“Harapan kami adalah protokol ini akan meminimalkan risiko penyebaran. Pada pekan pertama latihan, tes darah harus dilakukan secara berulang. Kami sudah mengatur protokol yang simpel dan mudah sehingga bisa diikuti semua klub. FIGC juga sudah mengontak UEFA soal protokol ini,” tandas pria berkebangsaan Italia tersebut.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)