Allegri Pilih Inter ketimbang PSG, Kenapa?

Ramdani Bur, Jurnalis · Selasa 25 Agustus 2020 09:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 25 47 2266944 allegri-pilih-inter-ketimbang-psg-kenapa-ZzoQw9iXnm.jpg Allegri segera diresmikan sebagai pelatih Inter Milan. (Foto: @juventusfc)

MILAN – Masa depan pelatih Inter Milan, Antonio Conte, akan diumumkan hari ini, Selasa (25/8/2020). Rencananya hari ini, Conte akan mengadakan pertemuan dengan petinggi Inter, termasuk sang presiden, Steven Zhang.

Jika merujuk kepada ucapan Conte dalam beberapa minggu terakhir, pelatih 51 tahun itu segera angkat kaki dari Stadion Giuseppe Meazza. Bahkan kelar laga Sevilla vs Inter pada Sabtu 22 Agustus 2020 dini hari WIB, Conte menilai dirinya tak lagi memiliki masa depan bersama Inter.

Antonio Conte

(Conte segera tinggalkan Inter Milan)

Menurut laporan Football Italia, nama Massimiliano Allegri jadi calon terkuat pelatih pengganti Conte. Bahkan demi mendapatkan status pelatih di Inter, Allegri hingga menolak tawaran dari Paris Saint-Germain (PSG).

Musim ini PSG sebenarnya mendapatkan hasil luar biasa. Neymar Jr dan kawan-kawan tercatat mendapatkan quadruple (empat gelar) trofi domestik. Berturut-turut, PSG mendapatkan trofi Piala Super Prancis, Liga Prancis, Piala Liga Prancis dan Piala Prancis.

Selain itu, Tuchel juga membawa PSG lolos ke final Liga Champions, meski akhirnya kalah 0-1 dari Bayern Munich. Meski begitu, menurut laporan Football Italia, pencapaian di atas tak membuat masa depan Tuchel aman.

BACA JUGA: Menanti Pola 3-5-2 Racikan Allegri di Inter Milan

Sebab, dalam dua musim awal dipercaya menangani PSG, Tuchel tak kunjung memberikan trofi Lga Champions bagi PSG. Karena itu, Allegri diprediksi mampu membawa PSG meraih trofi Liga Champions, mengingat ia berpengalaman dua kali membawa Juventus lolos ke final kompetisi antarklub Eropa paling prestisius tersebut.

Lantas, apa yang membuat Allegri lebih memilih Inter ketimbang PSG? Sosok Bepe Marotta di kursi CEO Inter menjadi alasannya.

Massimiliano Allegri

(Allegri segera pindah ke Inter Milan)

Sekadar informasi, keduanya memiliki hubungan yang dekat. Marotta merupakan sosok yang membawa Allegri ke Juventus pada musim panas 2014. Saat itu, Marotta berstatus sebagai CEO Juventus.

Selama lima tahun, keduanya melakukan kombinasi dan hasilnya Bianconeri –julukan Juventus– memenangkan 11 trofi. Uniknya, keduanya juga memilih pergi di waktu yang sama ketika sama-sama meninggalkan Juventus pada musim panas 2019.

Karena itu, menarik menanti masa depan Allegri bersama si Inter. Jika benar terpilih, Allegri praktis mencoba menghentikan hegemoni Juventus di Liga Italia yang berlangsung dalam sembilan musim terakhir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini