SADIO Mane adalah idola bagi penggemar Liverpool saat ini. Kemampuannya mengolah si kulit bundar bukan hanya diakui teman, tetapi juga lawan. Mane membentuk kombinasi mematikan di lini depan Liverpool, bersama Mohamed Salah dan Roberto Firmino.
Mane telah menorehkan cukup banyak prestasi untuk pribadi ataupun Liverpool. Meski begitu, Mane tidak pernah sombong atas apa yang telah dicapainya sekarang. Pemain berpaspor Senegal itu tetap menjadi sosok yang rendah hati.
Rendah hati adalah salah satu sifat yang diajarkan agama yang diyakini Mane, yakni Islam. Sebagai seorang muslim maka Mane tidak mau menyombongkan diri, karena tahu apa yang dicapainya sekarang adalah berkat kuasa Allah SWT.
BACA JUGA: Legenda Liverpool: Tak Perlu Hengkang ke Barca demi Menangkan Ballon dOr, Mane!
Mane berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan perintah Allah SWT, karena itu yang diajarkan kedua orang tuanya. Apalagi, ayah Mane adalah seorang imam Masjid di kampung halamannya, Desa Bambali, Senegal. Alhasil, Mane dibekali ilmu agama yang cukup untuk menjalani kehidupan ini.
Namun, ada cerita unik antara Mane dan sang ayah saat ia memutusakan jadi pesepakbola profesional. Sang ayah sempat menentang keputusan Mane itu karena takut anaknya akan lalai beribadah kepada Allah SWT. Akan tetapi, Mane mampu membuktikan bahwa dugaan ayahnya salah.