BEOGRAD – Penyerang Real Madrid, Luka Jovic, terlibat perang kata-kata dengan Perdana Menteri (PM) Serbia, Ana Brnabic. Sebab, pemain berusia 22 tahun itu memilih pulang ke negara asalnya, Serbia, alih-alih menjalani isolasi secara sukarela di Spanyol.
Dalam sebuah wawancara, Luka Jovic mengaku negatif terinfeksi virus Corona Covid-19 berdasarkan hasil tes di Spanyol. Karena itu, ia memutuskan pulang ke Serbia dengan izin khusus dari klub, untuk berkumpul bersama keluarganya di tengah masa sulit.
Baca juga: Jovic Sempat Latihan Bareng dengan Pebasket Klub Madrid yang Positif Virus Corona
Tindakan itu malah berbuah cercaan dari PM Serbia Ana Brnabic. Perempuan berusia 44 tahun itu kecewa karena sejumlah pesepakbola bergaji mahal, mengabaikan kewajiban untuk mengisolasi diri, dan memilih pulang ke negara asalnya.
Komentar itu dikeluarkan Ana Brnabic seturut aturan pemerintah yang melarang warganya pulang dari negara-negara pandemi virus Corona. Luka Jovic lantas membela diri dan mengklaim hasil tesnya negatif ketika mendarat di Beograd.