“Messi memiliki pengalaman dan kapasitas untuk memutuskan sesuatu hal, baik yang boleh atau tidak dilakukan. Saya pastinya tidak mau masuk ke dalam kehidupan Messi lebih jauh, atau siapa pun,” tambahnya.
“Saya bukanlah siapa-siapa. Tugas saya adalah memastikan para pemain saya datang ke sini dengan bahagia dan memberikan suasana lapangan yang baik agar kami bisa terus berkembang dan menang. Hal lainnya takkan menganggu saya,” lanjut Setien.
Sebagaimana diketahui, kasus perselishan itu bermula ketika Abidal mengatakan kepada publik bahwa ada seseorang pemain Barcelona yang malas berlatih maupun tidak tampil total saat klub tersebut masih dipegang oleh Ernesto Valverde. Mendengar perkataan Abidal itu, Messi pun membalasnya dengan meminta Abidal mengatakan siapa pemain tersebut. Karena jika tidak, Messi merasa seakan-akan seluruh pemain Barcelona jadi yang bersalah.
(Ramdani Bur)