“Kami kehilangan kepercayaan diri dan kami merasa frustrasi di lapangan, tapi kami mencoba terus berusaha. Suporter membantu kami dan pada akhirnya kami bermain imbang tapi itu tak cukup,” tambahnya.
"Kami frustrasi dan kami juga memahami suporter. Kami kehilangan kesempatan untuk terhubung dengan suporter kami karena mereka membantu kami," tutur Emery.
"Kami ingin, dan kami tahu, bahwa itulah kuncinya. Itulah kuncinya untuk merasa nyaman, untuk merasa kuat dan percaya diri. Kami tak melakukannya,” tandasnya.
(Fetra Hariandja)