"Kami mendukung bahwa protokol awalnya ditegakkan oleh pejabat pertandingan, tetapi UEFA harus menjelaskan mengapa pemain tidak dikirim ke ruang ganti sesuai langkah kedua, seperti yang jelas dinyatakan dalam aturan. Cuplikan televisi juga jelas menunjukkan bahwa pelecehan rasial berlanjut di babak kedua, sehingga tidak dapat diterima bahwa langkah ketiga tidak ditegakkan. Pertandingan ini seharusnya dihentikan oleh para pejabat pertandingan,” sambung juru bicara.
"Sekarang saatnya UEFA untuk meningkatkan dan menunjukkan kepemimpinan. Sudah terlalu lama, mereka secara konsisten gagal mengambil tindakan yang efektif. Faktanya Bulgaria sudah menjadi tuan rumah pertandingan ini dengan penutupan stadion parsial karena penyalahgunaan rasial menunjukkan bahwa sanksi UEFA tidak sesuai dengan tujuan,” lanjutnya.
"Tidak ada denda yang lebih menyedihkan atau larangan menonton di stadion dalam jangka waktu lebih pendek. Jika UEFA sama sekali peduli tentang penanganan diskriminasi dan jika kampanye Equal Game tidak berarti apa-apa maka pengurangan poin dan pengusiran partai kandang harus diikuti,” pungkasnya.
(Andika Pratama)