MADRID – Pada medio 2000-an awal, Real Madrid mengumpulkan banyak pemain terbaik dunia, dari mulai Roberto Carlos, Ronaldo Nazario, Luis Figo, Zinedine Zidane, hingga David Beckham. Era itu pun membuat Madrid dikenal dengan sebutan Los Galacticos. Akan tetapi, tak banyak yang tahu bahwa kondisi Madrid kala itu memiliki sejumlah sisi gelap.
Dalam sebuah wawancara, Roberto Carlos mengungkapkan bahwa pada saat itu para pemain bintang Madrid mengendalikan ruang ganti. Dalam artian, pelatih tak memiliki wewenang untuk mengatur gaya hidup maupun kesukaan pemain. Bahkan, pelatih bisa dipecat dari Madrid kala itu jika menentang pemain.
Baca juga: Wenger: Hazard Takkan Bisa Gantikan Ronaldo di Madrid
Pada saat itu, para pemain Madrid terbiasa minum anggur dan bir di hari-hari menjelang pertandingan. Kebiasaan tersebut nyatanya tak disenangi oleh Vanderlei Luxemburgo yang menjadi pelatih Madrid kala itu. Dengan tegas Luxemburgo meminta kepada para pemain untuk tidak minum-minum, apalagi menjelang pertandingan.
Carlos beserta para pemain Madrid lainnya telah mengingatkan Luxemburgo untuk tidak mencampuri hal tersebut. Akan tetapi, sang pelatih tetap bersikeras. Hasilnya, Luxemburgo hanya menangani Madrid selama tiga bulan. Ia dipecat lantaran tak bisa bergaul dengan para pemain.