SHEFFIELD – Liverpool kesulitan memenangkan pertandingan kontrak Sheffield United yang berlangsung di Bramall Lane, Sabtu 28 September 2019, malam WIB. Dalam laga lanjutan pekan ketujuh Liga Inggris 2019-2020 itu Liverpool merengkuh tiga poin berkat gol semata wayang Georginio Wijnaldum pada menit 70.
Bek sayap kiri Liverpool, Andy Robertson, pun mengakui amat kesulitan melawan Sheffield apalagi ia yang tak mengira bahwa The Blades –julukan Sheffield– akan kembali ke Liga Inggris. Robertson menilai pertandingan kontra Sheffield pun membuat Liverpool belajar tentang sesuatu baru.
Robertson menjelasakan Sheffield yang menggunakan formasi 3-5-2 amatlah sulit dibendung karena dua bek sayap mereka sangat aktif menyerang. Barisan gelandang Liverpool yang diisi Fabinho, Jordan Henderson dan Wijnaldum sulit saat bertahan ataupun melancarkan serangan.
BACA JUGA: Meski Menang, Wijnaldum Sesali Permainan Buruk Liverpool
Namun, Liverpool perlahan-lahan mempelajari gaya main Sheffield sehingga kemenangan pun dapat diraih mereka. Kemenangan penting untuk Liverpool yang akan melakoni partai kedua Liga Champions musim ini kontra RB Salzburg. Pertandingan itu akan berlangsung di Anfield Stadium pada Kamis 3 Oktober 2019, dini hari WIB. Tiga poin tentu jadi target utama Liverpool setelah pada pertandingan sebelumnya takluk 0-2 di kandang Napoli.
“Mereka (Sheffield) sudah lama pergi dari Liga Inggris dan saya tidak berpikir ada di antara kami yang akan bermain melawan mereka. Itu sulit dua bek sayap mereka menekan sangat tinggi, bagian tengah kanan dan kiri kemudian masuk ke tengah, sulit untuk terbiasa,” ujar Robertson, seperti yang dikutip dari laman resmi Liverpool, Minggu (29/9/2019).
"Kami harus mempelajari itu dalam pertandingan dan saya pikir kami telah melakukannya tetapi kami mungkin memainkan terlalu banyak operan liar dan hal-hal seperti itu. Seperti yang saya katakan, ketika kami tidak dalam kondisi terbaik, penting bagi kami untuk menang dan untungnya kami melakukan itu,” tutupnya.
(Andika Pratama)