Hanya saja, Prancis yang dipimpin Cantona gagal melangkahkan kaki mereka di putaran final Piala Dunia 1990 dan 1994. Ironisnya setelah Cantona memutuskan pensiun sebagai pesepakbola pada 1997, Prancis justru menjadi kampiun Piala Dunia 1998.
Saat itu, Prancis menjadi jawara saat bertindak sebagai tuan rumah. Di fase grup, Prancis menyapu bersih tiga laga kontra Denmark, Afrika Selatan dan Arab Saudi dengan kemenangan. Selanjutnya dari 16 besar hingga semifinal, Prancis berturut-turut mengalahkan Paraguay (1-0), Italia (4-3) dan Kroasia (2-1).
Kemudian di partai puncak, Prancis yang dimotori Zinedine Zidane menang 3-0 atas Brasil! Karena itu, andai saja Cantona tidak memutuskan pensiun di usia 31 tahun (1997) dan menunda setidaknya hingga satu tahun ke depan, peluangnya merebut merasakan atmosfer dan memenangi trofi Piala Dunia sangatlah besar.
(Ramdani Bur)