ERIC Cantona cukup sukses sewaktu berkarier sebagai pesepakbola profesional selama 14 tahun (1983-1997). Dalam kurun waktu tersebut, Cantona beberapa di antaranya membawa Marseille dua kali kampiun Liga Prancis dan mengantarkan Manchester United menyabet empat gelar Liga Inggris.
Meski bergelimang trofi di level klub, karier Cantona bisa dibilang tak cukup mentereng saat membela Timnas Prancis. Cantona tercatat delapan tahun (1987-1995) membela Timnas Prancis dengan koleksi 20 gol dari 45 pertandingan.
Hanya saja dalam kurun waktu tersebut, Cantona hanya turun di satu turnamen besar, yakni Piala Eropa 1992 yang digelar di Swedia. Bahkan, saat itu langkah Les Bleus –julukan Prancis– terhenti di fase grup setelah kalah bersaing dari Swedia, Denmark dan Inggris.
Di luar Piala Eropa 1992, tak ada turnamen besar yang diikuti Cantona bersama Prancis. Hal itu berarti, Cantona tak pernah membawa sang negara tampil di Piala Dunia. Selama delapan tahun membela Prancis itu, sebenarnya ada dua Piala Dunia yang dapat diikuti Prancis yakni edisi 1990 dan 1994.
Hanya saja, Prancis yang dipimpin Cantona gagal melangkahkan kaki mereka di putaran final Piala Dunia 1990 dan 1994. Ironisnya setelah Cantona memutuskan pensiun sebagai pesepakbola pada 1997, Prancis justru menjadi kampiun Piala Dunia 1998.
Saat itu, Prancis menjadi jawara saat bertindak sebagai tuan rumah. Di fase grup, Prancis menyapu bersih tiga laga kontra Denmark, Afrika Selatan dan Arab Saudi dengan kemenangan. Selanjutnya dari 16 besar hingga semifinal, Prancis berturut-turut mengalahkan Paraguay (1-0), Italia (4-3) dan Kroasia (2-1).
Kemudian di partai puncak, Prancis yang dimotori Zinedine Zidane menang 3-0 atas Brasil! Karena itu, andai saja Cantona tidak memutuskan pensiun di usia 31 tahun (1997) dan menunda setidaknya hingga satu tahun ke depan, peluangnya merebut merasakan atmosfer dan memenangi trofi Piala Dunia sangatlah besar.
(Ramdani Bur)