2. Kecenderungan Griezmann “Menghilang” saat Dibutuhkan
Selain dua hal tersebut, Barcelona juga perlu mempertimbangkan sifat negatif Griezmann yang kerap “menghilang” ketika dibutuhkan. Tindakan ini telah dilakukan pemain berusia 28 tahun itu kala memperkuat Atletico.
Di laga-laga penting bagi Atletico, Griezmann kerap kali kehilangan tajinya sehingga gagal membawa tim merengkuh kesuksesan. Dalam 12 pertandingan terakhir melawan Barcelona dan Real Madrid, ia hanya bisa mencetak tiga gol dan satu assist. Ini tentu saja catatan buruk untuk seorang pemain penting.
Kondisi ini tentu saja jadi kabar buruk bagi Barcelona yang sangat membutuhkan kejayaan di panggung kontinental. Kegemaran Griezmann untuk berkinerja buruk di panggung terbesar bisa merusak peluang klub.