1. Luka Modric (2018)
Ronaldo bisa dibilang terkena karma pada 2018. Koleksi trofi Liga Champions 2017-2018 plus mencetak 44 gol dari 44 pertandingan bersama Madrid, belum cukup bagi Ronaldo untuk memenangi trofi Ballon dOr 2018. Ronaldo kalah bersaing dari eks sang rekan setim, Luka Modric, yang hanya mengoleksi dua gol dan delapan assist di sepanjang musim 2017-2018.
Keberhasilan Modric meloloskan Kroasia ke final Piala Dunia 2018, bisa dibilang jadi tolok ukur utama panelis memberikan trofi tersebut kepada Modric. Akan tetapi, kemenangan Modric pun menjadi perdebatan.
Andai Modric memenangi trofi Ballon dOr 2018 karena alasan di atas, seharusnya Sneijder layak mendapatkan gelar serupa pada 2010. Bahkan prestasi yang dicetak Sneijder pada 2010 jauh lebih apik ketimbang Modric pada 2018.
(Ramdani Bur)