5 Pengkhianatan Terbesar di Sepanjang Sejarah Sepakbola

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Rabu 28 November 2018 11:23 WIB
Fernando Torres rela mengkhianati Liverpool demi trofi (Foto: Sportskeeda)
Share :

LOYALITAS atau kesetiaan membela satu klub adalah barang yang langka di kancah persepakbolaan dunia belakangan ini. Bisa dihitung dengan jari jumlah pemain yang memilih berkarier hanya dengan satu klub dalam 20 tahun terakhir di dunia sepakbola modern.

Ryan Giggs, Paul Scholes, Gary Neville, dan Paolo Maldini, adalah beberapa contoh pesepakbola yang setia mengenakan kostum tim yang sama dari memulai karier hingga pensiun. Mereka adalah anomali karena tidak jarang pemain sepakbola rela berkhianat ke klub rival dengan alasan apa pun.

(Baca juga: 5 Penyebab Keterpurukan Madrid Musim Ini, Nomor 1 Paling Krusial)

Salah satu bentuk pengkhianatan paling besar di jagat sepakbola adalah ketika Luis Figo memutuskan hijrah dari Barcelona menuju Real Madrid. Selain dilandasi faktor finansial, kepindahan maestro asal Portugal itu nyatanya berbuah prestasi yang tak pernah didapatkannya bersama klub asal Catalunya tersebut.

Jaminan prestasi dan tawaran gaji yang lebih besar biasanya menjadi pendorong utama seorang pemain rela berkhianat. Dua hal tersebut adalah sesuatu yang dikejar oleh pesepakbola profesional di era modern. Tak bisa memberi jaminan prestasi dan uang, maka siap-siap melihat pemain kesayangan hengkang.

Berikut lima pengkhianatan terbesar di dunia sepakbola, melansir dari Sportskeeda, Rabu (28/11/2018).

5. Ashley Cole

Dianggap sebagai bek kiri terbaik di sepanjang sejarah Liga Inggris, Ashley Cole rela mengkhianati Arsenal demi hengkang ke Chelsea. Drama kepindahan sang pemain tidak kalah seru. Cole disebut memilih pindah ke London Biru demi uang.

Tuduhan tersebut tidak sepenuhnya salah. Sebab, Arsenal hanya mampu membayarnya sebesar 55 ribu poundsterling dalam klausul kontrak baru, sementara Chelsea yang kala itu diasuh Jose Mourinho menawari gaji sebesar 90 ribu poundsterling per pekan.

Tak pelak, julukan ‘Cashley Cole’ pun disematkan oleh penggemar Arsenal bagi sang pemain. Ashley Cole pun resmi pindah dari Stadion Emirates ke Stamford Bridge pada 31 Agustus 2006 dengan mahar 5 juta poundsterling plus William Gallas.

4. Mario Gotze

Ambisi meraih trofi membutakan mata Mario Gotze. Pemain berpaspor Jerman itu rela mengkhianati klub yang sudah dibelanya sejak remaja, Borussia Dortmund, demi meraih prestasi gemilang di Bayern Munich. Pengkhiatannya terasa lebih menyakitkan karena terjadi jelang Final Liga Champions 2012-2013 antara Bayern Munich kontra Borussia Dortmund!

Pada 23 April 2013, Bayern memilih mengaktifkan klausul pelepasan senilai 37 juta Euro agar Gotze bisa pindah pada bursa transfer musim panas. Banyak yang menduga, kesepakatan tersebut salah satunya menyebabkan Gotze absen di partai final dengan dalih menderia cedera.  

Namun, cerita pengkhianatan itu berakhir setelah Mario Gotze memilih pulang ke rumahnya di Dortmund pada 2016. Ia mengklaim menyesal sudah pindah ke Bayern Munich.

3. Sol Campbell

Arsenal lagi-lagi terlibat dalam hal pengkhianatan. Kali ini, The Gunners justru berada di sisi pelaku dalam kasus Sol Campbell. Selama sembilan tahun, pemain berpaspor Inggris itu adalah kapten sekaligus simbol bagi Tottenham Hotspur.

Pada musim panas 2001, kontrak Sol Campbell berakhir dan ia bisa pindah secara gratis. Si Lili Putih siap memperpanjang kontrak dengan menaikkan gajinya berkali-kali lipat. Sayangnya, sang pemain justru mengumumkan akan pindah secara gratis ke rival berat, Arsenal.

Parahnya lagi, Sol Campbell sempat mengaku pada majalah resmi klub tidak akan pindah ke Arsenal. Tidak heran, para penggemar Spurs menyebutnya ‘Judas’ alias pengkhianat.

2. Fernando Torres

Pemain berpaspor Spanyol ini pernah dianggap sebagai anak emas di Liverpool. Sejak menghuni Stadion Anfield pada musim panas 2007, Torres membentuk duet yang hebat bersama Steven Gerrard. Total, ia membukukan 81 gol dalam 142 penampilan bersama Si Merah.

Akan tetapi, Torres gerah karena Liverpool tak kunjung mendapatkan trofi. Pada 27 Januari 2011, ia nekad pindah ke Chelsea dengan uang transfer senilai 40 juta poundsterling. Mau tahu alasan Torres? Ia menilai London Biru cocok dengan ambisinya meraih trofi, terutama Liga Champions.

Produktivitasnya memang menurun dengan hanya mencetak 45 gol dalam 172 laga berkostum Chelsea. Namun, ambisinya tercapai karena Chelsea merengkuh gelar juara Liga Champions 2011-2012 serta satu Piala FA. Sedangkan Liverpool puasa gelar sejak Piala Liga Inggris 2006.

1. Luis Figo

Rivalitas antara Real Madrid dan Barcelona sudah tidak perlu diragukan lagi. Namun, bagi Luis Figo, rivalitas bisa dikesampingkan demi kejayaan. Hal tersebut dibuktikan dengan kepindahannya pada Juli 2000 dengan nilai 62 juta Euro yang sempat menjadikannya pemain termahal di dunia.

Figo hengkang ke Barcelona dari Sporting Lisbon pada 1995. Selama membela Barcelona, sang maestro merebut sejumlah trofi domestik. Proyek ‘Galactico’ yang didengungkan Florentino Perez di Real Madrid lantas menyeret nama Luis Figo.

Los Blancos memilih mengaktifkan klausul pelepasan senilai 62 juta Euro demi Luis Figo. Kepindahan tersebut membuat penggemar Barcelona mengamuk dan melempari Figo dengan kepala babi pada perjumpaan pertama El Classico di Stadion Camp Nou usai kepindahan tersebut.

(Ramdani Bur)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya