REAL MADRID tidak melalui awal musim 2018-2019 dengan baik, terutama di kompetisi domestik. Hingga pekan 13 Liga Spanyol 2018-2019, Los Blancos –julukan Madrid– masih terdampar di posisi enam dengan koleksi 20 angka, terpaut enam poin dari Sevilla di puncak klasemen.
Bahkan pernah dalam lima laga beruntun di semua kompetisi, Madrid gagal meraih kemenangan dan berujung pemecatan kepada sang pelatih Julen Lopetegui. Sebenarnya di bawah arahan pelatih anyar, Santiago Solari, performa Madrid agak menanjak.
Dari enam pertandingan di bawah arahan Solari, Madrid meraih lima menang dan satu kalah. Akan tetapi, masih ada hal yang perlu diperbaiki Madrid, terlebih pada akhir pekan lalu mereka tumbang 0-3 dari Eibar. Sekarang yang jadi pertanyaan, apa penyebab keterpurukan Madrid musim ini?
Berikut 5 penyebab keterpurukan Madrid musim ini:
5. Mengesampingkan Keylor Navas
Navas merupakan salah satu sosok kunci saat Madrid meraih tiga trofi Liga Champions secara beruntun. Akan tetapi, untuk musim ini, jatah bermain Navas benar-benar terkebiri. Sejauh ini Navas baru tujuh kali mentas di semua kompetisi dan harus rela melihat Thibaut Courtois lebih banyak tampil.
Musim ini, catatan Navas sebenarnya jauh lebih oke ketimbang Courtois. Dari tujuh penampilan, gawang Navas hanya kemasukan tujuh kali. Bagaimana dengan Courtois? Kiper Tim Nasional (Timnas) Belgia itu kemasukan 18 kali hanya dari 13 penampilan!
4. Masih Mencari Penyerang Anyar
Madrid masih memburu pemain-pemain yang memiliki naluri gol tinggi seperti Kylian Mbappe, Eden Hazard, Neymar Jr hingga Mohamed Salah. Akan tetapi, tidak ada satu pun dari mereka yang mau merapat ke Santiago Bernabeu.
Jika hingga akhir musim Madrid masih hanya mengandalkan Karim Benzema dan Gareth Bale untuk mengoyak jala gawang lawan, jangan heran jika Los Blancos gagal mendapatkan trofi prestisius. Sebab, Benzema sering dilanda inkonsistensi performa, sedangkan Bale rentan cedera.
3. Zinedine Zidane Mundur dari Madrid
Setelah memberikan total sembilan trofi hanya dalam dua setengah tahun menangani Madrid, Zidane memutuskan mundur sebagai pelatih Los Blancos pada 30 Mei 2018. Kepergian Zidane membuat presiden Madrid, Florentino Perez, panik.
Sekian banyak pelatih top coba didatangkan seperti Antonio Conte, Mauricio Pochettino, Massimiliano Allegri dan banyak lagi. Namun, tak ada satu pun yang mau menerima tawaran sebagai pelatih Madrid. Alhasil, Madrid hanya mendapatkan pelatih minim pengalaman di level klub, Julen Lopetegui, dan terbukti Madrid hancur lebur di bawah arahan eks juru taktik Timnas Spanyol itu.
2. Kepergian Cristiano Ronaldo
Kepergian Ronaldo yang memutuskan hengkang ke Juventus bisa dibilang salah satu alasan memburuknya performa Madrid musim ini. Sebab, selama sembilan musim membela Madrid, Ronaldo dapat memberikan jaminan minimal 40 gol bagi Los Blancos di setiap musimnya. Logikanya, ketika Madrid kehilangan pemain sekaliber Ronaldo, mereka wajib menggantinya dengan pemain yang sepadan.
Akan tetapi, kenyataannya Madrid justru tidak mendatangkan pemain top. Alih-alih mendatangkan pemain nomor wahid, justru Mariano Diaz yang didaratkan dari Olympique Lyon. Sementara itu, Bale dan Marco Asensio yang dipercaya menggantikan peran Ronaldo tampil jauh dari harapan.
1. Kehilangan Kepercayaan Diri
Bisa dibilang, ini merupakan faktor yang paling krusial mengapa Madrid mengalami penurunan performa musim ini. Kepercayaan diri Luka Modric dan kawan-kawan mengalami penurunan seiring kepergian dua sosok yang sangat berpengaruh bagi mereka, Zidane dan Ronaldo.
Secara komposisi pemain, Madrid sebenarnya tidak kalah dari klub-klub teras Eropa lainnya. Karena itu, tugas Solari saat ini ialah mengembalikan kepercayaan diri dari Isco Alarcon serta kolega. Jika kepercayaan diri mereka telah kembali, jangan heran kalau Madrid meraih banyak trofi musim ini.
(Ramdani Bur)