SETIAP negara memiliki peraturan tersendiri dalam hal menentukan tim juara, tatkala ada dua tim atau lebih memiliki poin sama di akhir kompetisi. Di Liga Inggris ketika ada dua klub memiliki poin sama, gelar juara akan ditentukan lewat selisih gol.
Jika surplus gol masih sama, akan dilihat klub mana yang paling banyak mencetak gol. Jika masih sama juga, kedua klub yang memiliki banyak kesamaan itu akan dipertandingkan dalam babak playoff.
Beda halnya di Liga Spanyol dan Liga Italia. Jika ada dua klub atau lebih memiliki poin sama, penentuan juara akan ditentukan lewat head-to-head. Akan tetapi, ada sedikit perbedaan antara sistem head-to-head Liga Italia dan Liga Spanyol.
Di Italia, sistem head-to-head tidak mengenal agresivitas gol tandang. Musim lalu, Napoli mengalahkan Juventus 2-1 di Stadion San Paolo. Saat gantian bertandang ke markas Juventus (J-Stadium), Napoli takluk 0-1.
Jika menganut agresivitas gol tandang, Juventus jelas lebih unggul. Namun di Liga Italia, sistem tersebut (agresivitas gol tandang) tidak berlaku dan praktis hasil head-to-head Juventus dan Napoli musim lalu seimbang.
Sementara di Spanyol agresivitas gol tandang berlaku. Karena itu, tim tamu pasti akan berjuang keras mencetak gol demi meringankan beban saat gantian menjadi tuan rumah.
Saat ini Liga Spanyol bisa dibilang paling sengit ketimbang lima liga top Eropa. Bagaimana tidak, saat ini posisi satu dan dua klasemen sementara yakni Barcelona dan Real Madrid sama-sama mengoleksi 75 poin.
Namun, Barcelona berhak berada di puncak klasemen karena unggul head-to-head atas Madrid. Setelah imbang 1-1 di Camp Nou, Barcelona menang 3-2 di markas Madrid, Santiago Bernabeu.
(Ramdani Bur)