INVERTED Winger adalah salah satu posisi dalam sepakbola yang sering dibicarakan. Dalam dunia sepakbola modern, keberadaan inverted winger menjadi salah satu posisi yang tak jarang sangat dibutuhkan setiap tim.
Layaknya winger dalam dunia sepakbola tradisional, inverted winger juga bermain dengan menyisir di sisi kiri dan kanan lapangan. Lantas, apa bedanya winger biasa dalam sepakbola tradisional dan inverted winger dalam dunia sepakbola modern?
Winger biasa diketahui bermain pada posisi yang menjadi letak di mana kaki kekuatan utamanya. Misal, jika seorang winger mempunyai kekuatan di kaki kanan, maka sebagai winger biasa tentu juga akan bermain di sisi kanan.
Akan tetapi, hal yang berbeda terjadi pada inverted winger. Bisa dibilang inverted winger adalah kebalikan dari winger biasa. Seorang inverter winger bermain di sisi yang bertolak belakang dengan kekuatan kaki utamanya.
Lihat saja winger andalan Bayern Munich, Arjen Robben. Robben merupakan seorang winger kanan namun berkaki kidal (kekuatan utamanya terletak di kaki kiri). Posisi Robben inilah yang disebut inverted winger.
Dalam dunia sepakbola modern, keberadaan inverted winger sangatlah penting karena pergerakannya yang tidak dapat diprediksi. Keberadaan inverted winger akan sangat menguntungkan bagi tim sendiri, namun akan menjadi petaka bagi tim lawan. Sebab, bek lawan akan sulit membaca pergerakan seorang inverted winger.
Secara praktik, inverted winger kerap kali melakukan cut inside dari sisi lapangan ke bagian tengah. Inverted winger memiliki kelebihan dalam membongkar pertahanan lawan karena pergerakannya yang tidak dapat diprediksi.
Ketika seorang inverted winger ingin melakukan tembakan dari tengah lapangan, dia tidak akan membuang banyak waktu karena bisa langsung melakukannya tanpa perlu mengoper bola ke kaki yang jadi kekuatan utamanya. Lihat saja bagaimana gaya permainan yang kerap ditunjukkan oleh Robben bersama Bayern.
Tak hanya itu, seorang inverted winger juga kerap melakukan umpan penetrasi saat melakukan serangan dan tak jarang memiliki produktivitas gol yang baik. Keberadaannya yang bisa diandalkan sebagai variasi serangan membuat inverted winger mampu rajin menggetarkan gawang lawan. Robben pernah melakukannya saat mencetak 23 gol dalam 37 pertandingan di semua kompetisi bersama Bayern pada musim 2009-2010.
Dalam sepakbola modern ini, inverter winger memang kerap lebih menawarkan banyak manfaat kepada tim. Bahkan, tak sedikit yang berpendapat bahwa winger biasa dalam sepakbola tradisional saat ini telah terancam dengan kemampuan dan keberadaan inverted winger.
(Zanel Farha Wilda)