LUCA Toni, salah satu penyerang mematikan yang pernah dimiliki Italia, memutuskan gantung sepatu usai laga Hellas Verona melawan Juventus, Senin (9/5/2016) dini hari WIB. Sepanjang kariernya, pemain berpostur jangkung tersebut pernah mengecap berbagai kesuksesan.
Toni seperti meneruskan tradisi penyerang-penyerang Italia berdarah dingin. Ketajaman itulah yang membawa dia mengarungi berbagai kompetisi Eropa dan membela 16 klub berbeda. Tapi, dia memutuskan pensiun bersama Verona, klub yang kini menduduki posisi terbuncit di klasemen sementara Serie A.
Nama Toni tidak serta-merta langsung meroket alias dirinya harus meniti karier dari bawah. Sosok berusia 38 tahun ini pernah membela Modena, Empoli, Fiorenzuola, Lodigani, dan Treviso. Nama Toni mulai diperhitungkan ketika berbaju Palermo dari 2003 hingga 2005.
Bersama Rosanero –julukan Palermo, Toni mencatatkan 50 gol hanya dalam 80 pertandingan. Dia pun berhasil membawa Palermo melaju ke babak kualifikasi UEFA Cup, atau prestasi tertinggi dalam sejarah klub.
Kegemilangan Toni berlanjut bersama Fiorentina. Di sana, dia mencetak 47 gol dari 67 pertandingan selama dua musim. Pada Mei 2007, Toni memulai babak baru dalam kariernya dengan gabung Bayern Munich.
Meski bergelimang gelar, Toni seperti disia-siakan setelah Van Gaal mengambil alih Bayern. Dia pun akhirnya memutuskan untuk mengakhiri kontraknya begitu saja dengan Die Roten lalu menuju AS Roma sebagai pemain pinjaman.
Dari titik “ditendang” Bayern itulah karier Toni mulai merosot tajam, meskipun tercatat sempat membela Juventus pada 2011–2012, lalu hijrah ke Uni Emirat Arab untuk bergabung dengan Al Nasr. Pada 2013, Toni memutuskan berseragam Verona dan menjadi kapten di sana.
Karier Toni kembali mengilap bersama Verona. Pada musim 2014–2015, dia menjadicapocannoniere tertua sepanjang sejarah Serie A di usia 38 tahun dengan catatan 22 gol. Toni pun menutup kariernya dengan raihan gol ke gawang Juventus melalui gol penalti.
(Pidekso Gentur Satriaji)