Soccerpedia: Mengenal Formasi 4-3-3 yang Digunakan Madrid

Daniel Setiawan, Jurnalis
Selasa 12 April 2016 14:30 WIB
Real Madrid vs Wolfsburg (Foto: AFP/Odd Andersen)
Share :

SELEPAS didepaknya Rafael Benitez dari Real Madrid berbagai perubahan pun terjadi pada klub Ibu Kota Spanyol tersebut. Salah satu yang paling kentara adalah penerapan taktik yang dilakukan oleh Zinedine Zidane.

Pelatih berdarah Aljazair tersebut menerapkan pola yang cukup ofensif yakni 4-3-3. Tentu kita sudah tahu apa yang paling ditonjolkan pada formasi tersebut. Ya, tiga trio maut mereka menjadi maksud utama dipakainya formasi tersebut.

Formasi 4-3-3 bisa dikatakan sebagai salah satu formasi yang sangat mengutamakan lini serang, meski memang tidak se-ofensif milik 4-5-1. Keduanya sama-sama memainkan empat bek, tiga gelandang tengah, dua winger, dan satu striker utama. Lapangan tengah dan lini serang jadi fondasi dari formasi ini.

Dalam formasi 4-3-3 dua winger mereka lebih memainkan peran sebagai penyerang ketimbang gelandang serang seperti pada formasi 4-5-1. Hal itu bisa dilihat pada peran Cristiano Ronaldo di sisi kiri, dan Gareth Bale di sisi kanan yang sama-sama menyokong serangan Madrid bersama Karim Benzema sebagai centre forward.

Meski lini depan berperan penting, tetapi jangan lupakan juga lini tengah pada formasi 4-3-3. Ketiga pemain tersebut tidak semuanya mengawal lini tengah dengan peran sama. Pemain yang berposisi sentral seperti yang diemban Casemiro. Dua pemain lainnya seperti Luka Modric dan Toni Kroos jauh lebih aktif bergerak membantu serangan dan juga bertahan.

Sosok striker dalam penerapan formasi ini dituntut untuk lebih aktif dan jeli dalam melihat peluang sebab dirinya akan banyak menerima umpan dari winger. Karena itu, tidak mengherankan jika sosok striker jangkung dan memiliki body charge yang bagus yang digunakan pada pola formasi 4-3-3 tersebut.

Kesuksesan formasi ini di era sepakbola modern sudah terbukti. Barcelona mengadaptasi formasi ini ketika memenangkan La Liga secara beruntun pada 2005 dan 2006, plus satu trofi Liga Champions pada 2006.

(Daniel Setiawan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya