Topeng Kepala Singa yang selalu menjadi ciri khasnya dalam mendukung Arema seperti memiliki danyang karena sering dia menjumpai anak-anak kecil yang menjerit ketika berpapasan dengan kepala singa miliknya. “Saya menandai ketika ada anak kecil yang menjerit melihat kepala singa ini, ya pasti ada sesuatu, saya juga tidak tahu apa,” katanya.
Semasa muda, Anwar memang sudah kental dengan kesenian di jaranan dan pencak khas Malang yang kini sudah punah. Alat-alat seperti ketipung, kendang, dan jidor sudah akrab serta kuda lumping yang besar. “Sekarang kesenian ini masih tersisa di Lumajang, kalau di Malang sudah tidak ada. Yang ngetrend sekarang bantengan,” katanya.
Di usianya yang sudah 60 tahun ini, Anwar masih bertekad tetap mendukung tim kesayangannya setap kali berlaga. “Kalau bisa sampai titik darah penghabisan,” katanya dengan sorot mata tajam. (Habis)
(Ramdani Bur)