Alasan Pemain Klub ISL Bertahan Meski Tak Dibayar

Oris Riswan, Jurnalis
Jum'at 06 Maret 2015 10:05 WIB
Alasan pemain klub ISL ini rela bertahan meski tak dibayar. (Foto: Antara/Agus Bebeng)
Share :

BANDUNG - Tak digaji selama tiga bulan, tapi tetap bertahan bersama Pelita Bandung Raya (PBR). Itulah langkah yang diambil oleh para pemain PBR. Salah seorang di antaranya adalah pemain berposisi gelandang, Iman Faturohman.

Kondisi seperti itu jelas sulit bagi pemain muda seperti Iman. Satu sisi, ia harus menjalani kewajibannya baktivitas sebagai pesepakbola dengan terus mengikuti program latihan jelang bergulirnya Indonesia Super League (ISL) 2015. Tapi di sisi lain, ia belum digaji.

"Saya pribadi sih merasa sangat berat (dengan kondisi ini)," ujar Iman kepada Okezone.

Sepakbola jelas jadi satu-satunya andalan Iman mencari nafkah. Dari sepakbola, ia menjaga agar segala kebutuhan pribadi dan keluarga tercukupi.

Beruntung ia masih punya tabungan untuk mencukupi berbagai kebutuhan. Tapi mungkin tabungan yang ada segera habis jika PBR tak kunjung membayar gajinya.

Bahkan kini, sesekali ia mendapatkan uang dari orangtuanya untuk mencukupi kebutuhan hidup. Padahal sebelumnya, Iman-lah yang memberi uang pada orangtua saat gajinya lancar sebagai pesepakbola.

Lalu apa yang membuatnya memilih bertahan bersama 'The Boys Are Back'? Jawaban pertama yang keluar dari mulutnya adalah sosok pelatih Dejan Antonic.

"Saya melihat Dejan masih bertahan di sini. Dia jadi sosok panutan buat saya. Orangnya enak. Saya pribadi sih bertahan karena itu," ungkapnya.

Alasan lainnya, Iman ingin tetap dekat dengan keluarganya di Bandung. Selain itu, ia masih ingin menimba pengalaman dan mengabdikan kemampuannya bermain sepakbola untuk PBR dan Kota Bandung.

Sosok Iman terbilang sentral di skuad PBR. Ia jadi salah satu pemain muda potensial yang paling bersinar. Kemampuannya pun memancing minat beberapa klub ISL yang ingin membajaknya. Tapi tawaran yang datang ditolak.

Iman mengatakan, gajinya untuk Desember 2014 belum dibayar. Kontrak baru pun sudah ditandatangan yang berlaku per Januari. Tapi gaji dan uang muka pun belum dibayar manajemen PBR. Entah kapan haknya dibayar. Manajemen pun hanya memberi janji tanpa realisasi.

"Sampai sekarang belum ada info lagi, cuma janji-janji saja," ucapnya.

Tapi di tengah ketidakpastian gaji, Iman tetap menjalakan kewajibannya. Di lapangan, ia tetap melahap semua instruksi pelatih bersama para pemain PBR lainnya.

Meski tanpa kejelasan kapan semua haknya dibayar, Iman tetap menyimpan kepercayaan pada manajemen. Angin segar diharapkan segera datang.

"Kita jalani saja. Kita ngerti juga kondisi finansial PBR lagi susah. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini finansialnya lebih baik lagi," harapnya.

(Fajar Anugrah Putra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya