Sedangkan Gustavo Lopez lebih berkarakter playmaker klasik. Tidak begitu banyak bergerak atau berlari, namun lebih mengedepankan passing dan dribbling. Tipikal playmaker yang sudah sangat jarang ditemui di sepakbola modern sekarang ini.
"Tapi memang tidak mudah mendapatkan pemain asing seperti Zah Rahan, bahkan di Indonesia sangat jarang. Semoga Arema beruntung mendapatkan pemain yang sesuai kriteria," imbuh Suharno. Arema sempat dikaitkan dengan Robertino Pugliara.
Namun tipikal Robertino hampir sama dengan Gustavo Lopez, yakni lebih dominan pada skema penyerangan dibanding bertahan. Sedangkan saat bertahan, dia tidak turun terlalu dalam dan maksimal di sepertiga terakhir lapangan.
Justru pemain yang gerak-geriknya mirip dengan Zah Rahan adalah gelandang Persib Bandung, Makan Konate dan Eric Weeks di Mitra Kukar. Sayang, Arema Cronus mengunci rapat-rapat informasi tentang pemain incarannya.
CEO Arema Cronus, Iwan Budianto, menyatakan manajemen dan pelatih tidak akan bicara soal pemain yang masuk target belanja. "Manajemen dan pelatih sepakat baru akan bicara soal pemain baru setelah resmi teken kontrak dengan Arema," ujar Iwan Budianto.
(Fetra Hariandja)