Padahal sebelumnya, Mandzukic sempat mengira sepakbola Inggris akan lebih cocok untuknya. Namun, seperti yang sudah terurai di atas, Mandzukic mengaku tak bisa tidak untuk langsung menerima tawaran kampiun La Liga musim lalu itu.
“Tak logis buat saya bertahan di Bayern. Saya punya beberapa proposal dari Inggris dan saya pikir akan cocok buat gaya permainan saya. Ada pula ketertarikan dari Italia dan Rusia. Tapi saat tawaran Atlético datang, saya tak lagi menoleh tawaran lain,” imbuhnya lagi.
Untuk saat ini, Mandzukic pribadi belum bisa fasih berbahasa Spanyol. Pun begitu, Mandzukic percaya bahwa bahasa sepakbola merupakan bahasa yang universal. Oleh karenanya, berbagai arahan dari entrenador Diego Simeone bisa diterima otaknya tanpa kesulitan berarti.
“Meski saya tak bisa berbahasa Spanyol, bahasa sepakbola lebih mudah dipahami. Saya tak kesulitan untuk mengerti pelatih. Gaya dan gairahnya untuk sukses juga sudah jelas dan itu yang membuat saya terkesan. Dia seorang pejuang, orang yang tak senang berpura-pura dan selalu mengatakan apa yang dipikirkannya,” tutup Mandzukic.
(Randy Wirayudha)