BARCELONA – Counter attack atau serangan balik, sudah menjadi senjata rahasia Real Madrid sejak musim lalu. Cristiano Ronaldo cs telah memperlihatkannya saat menumbangkan Bayern Munich di semifinal Liga Champions musim lalu.
Permainan itu pun kembali diperagakan dan menjadi kunci kemenangan tim saat menumbangkan sang rival, Barcelona dengan skor 3-1 di Santiago Bernabeu. Dalam laga bertajuk El Clasico itu, para barisan bertahan Blaugrana kewalahan dalam menghadapi serangan balik Madrid.
Xavi Hernandez yang diturunkan pada laga tersebut dari awal pertandingan oleh Luis Enrique pun mengakui serangan balik Madrid yang berbahaya. Maestro asal Spanyol itu juga menyayangkan timnya yang gagal mencetak gol kedua, setelah sepakan Lionel Messi ditepis Iker Casillas.
“Masing-masing tim memiliki kesempatan. Gol kedua untuk Madrid dan kami kebobolan gol selanjutnya dari sepak pojok. Kemudian kami membantu mereka, dan membiarkan mereka melakukan serangan balik. Babak pertama baik untuk Barcelona, kami ingin terus menyerang namun Madrid bagus dalam serangan balik,” terang Xavi kepada AS, Senin (27/10/2014).
“Kami dapat saja mencetak gol kedua, namun kami melewatkan kesempatan dan Anda tak dapat melakukannya di Santiago Bernabeu atau Anda harus membayarnya. Gol ketiga kami tak beruntung, Madrid hidup saat menyerang balik dan kami tak mampu menghentikan mereka,” tuntasnya.
(Fetra Hariandja)