BARCELONA – Valencia menjadi mimpi buruk bagi penghuni Camp Nou, pada jornada ke-22. Kemenangan Los Che -- julukan Valencia – membuat situasi sulit bagi Barcelona dalam mempertahankan puncak klasemen.
Dalam laga di Camp Nou itu, Barca tampil sebagai dominator. Akan tetapi, hasil akhir berpihak pada pasukan yang dipimpin Pizzi. Setelah bermain imbang 1-1 pada babak pertama, Valencia akhirnya menang 2-3.
“Di babak pertama kami kurang agresif, tetapi di babak kedua kami menemukan permainan. Kami lebih agresif di area penalti dan memprovokasi mereka berbuat kesalahan. Ini kemenangan sangat berharga,” kata Pizzi, seperti dikutip Fourfourtwo.
Valencia menjadi klub kedua yang sukses membungkam Barcelona di La Liga musim ini. Sebelumnya, Atletic Bilabao mengandaskan Barca 1-0 pada Desember tahun lalu. Kemenangan Valencia menghentikan rekor 14 laga terakhir Barca tanpa kekalahan di semua ajang, dan enam laga terakhir di La Liga.
“Ketika saya berbicara tentang ambisi untuk menang, saya tidak memikirkan tentang lawan yang spesifik. Lawan kami selalu lapar kemenangan, tetapi saya tidak ragu bahwa pemain lebih ambisius dari saya,” sambung Pizzi.
Valencia kini mengemas 28 poin dan duduk di peringkat delapan klasemen. Keberhasilan mendulang poin sempurna kali ini sangat berarti, terlebih itu dilakukan di kandang Barca. Menengok lima pertandingan sebelumnya, hasil ini semakin terasa istimewa karena Valencia belum pernah menang di lima laga terakhir.
“Itu kemenangan penting dan lompatan karakter buat kami.Kami harus menerjemahkannya ke dalam kepercayaan diri untuk menang di lapangan,” ujarnya.
Pizzi boleh lega. Peluang langka membawa pulang tiga poin dari Camp Nou nyaris pupus karena tuan rumah mendapat penalti. Lionel Messi yang menjadi eksekutor sukses mencetak gol dengan sempurna hingga kedudukan imbang 2-2. Penalti itu berbau kontroversi karena wasit menganggap pemain tangan Valencia aktif menyentuh bola, beruntung, Paco Alcacer membalasnya. Valencia pun unggul 2-3.
“Saya tidak melihat penalti, tapi ada orang mengatakan itu seharusnya bukan penalti. Itu kesalahan lain yang membuat kami menderita, tetapi kami akhirnya menang. Itu kesalahan yang bisa menentukan, tapi saya memang tidak melihat insiden itu,” katanya.
(Fitra Iskandar)