LONDON – Roberto Mancini hanya bisa geleng-geleng kepala usai wasit Lee Mason meniup peluit panjang tanda lawatan Manchester City ke London Utara Minggu malam (20/4/2013), berakhir dengan kekalahan 1-3 dari tuan rumah, Tottenham Hotspur.
Mancio – sapaan Mancini, tertegun, terkejut, kaget setengah mati. Lebih-lebih mengingat The Citizens sedianya menguasai jalannya pertandingan dan jauh lebih sering menciptakan peluang emas namun hanya menelurkan satu gol yang sempat membuat mereka unggul.
Lantas, tiga gol Spurs datang menerjang dan membuat Mancio tak bisa menahan senyum ketusnya sembari berujar bahwa City, amat tak pantas kalah malam tadi di White Hart Lane.
“Kami melakukan dua kesalahan dalam dua menit. Luar biasa pahit rasanya melihat kami kalah padahal segalanya masih dalam kendali dan kami punya banyak kesempatan mencetak gol,” beber Mancio, sebagaimana disitat MCFC.co.uk, Senin (22/4/2013).
“Saya tak percaya kami bisa kalah karena kami bermain amat, amat baik untuk 80 menit. Inilah masalah kami tahun ini, ketika kami punya banyak peluang tapi kami gagal mencetak gol,” sambung pelatih asal Italia itu.
Tinggal menyisakan beberapa partai lagi, titel Premier League pun kian mendekati rival sekota mereka – Manchester United. Mancio pun sudah sadar itu dan bukan rahasia lagi jika City sudah lempar handuk. Setidaknya, Mancio ingin memastikan peringkat dua untuk timnya saat Liga berakhir.
“Kami butuh kemenangan ini karena kami ingin mengunci posisi kedua dan lebih nyaman untuk menjalani laga lanjutan pekan depan. Kami tak pantas kalah, kami sepantasnya menang, tapi inilah sepakbola,” tambahnya.
“Sekarang, penting bagi kami untuk menang di semua laga tersisa semampu kami. Mulai saat ini hingga akhir musim, kami harus bisa konsentrasi selama 95 menit pertandingan,” tandas Mancio.
(Randy Wirayudha)