JAKARTA – Indonesia menghadapi lawan berat di kualifikasi pra Piala Asia 2015 karena satu grup dengan tim-tim kuat macam Irak, China sama Arab Saudi. Tapi seperti pada Piala AFF 2012 lalu, Garuda terancam tidak diperkuat pemain-pemain terbaik lagi.
Konflik antara PSSI dan KPSI nampaknya terus menimbulkan persoalan bagi pembentukan timnas yang kuat. Pihak KPSI sampai saat ini masih bertahan pada pendirian tidak melepas para pemain di kompetisi mereka untuk memperkuat timnas yang dibentuk PSSI.
Kubu KPSI melalui Ketua PSSI versi KLB Ancol, La Nyalla Mattalitti belum mengizinkan pemain ke timnas selama tidak dikelola badan independen. Nyalla menyebutkan hanya dua badan yang dia percaya untuk mengelola tim Nasional. Badan yang dia rekomendasikan adalah Task Force (TF) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
“Kalau ke Task Force bisa saya lepas. Saya mau Timnas ditangani oleh badan independen seperti Task Force dan KONI,” tambahnya.
“PSSI itu hanya administrasinya saja. Kalau manajemen timnasnya harus yang betul-betul profesional,” tandasnya.
PSSI telah merilis 51 nama untuk masuk dalam pemusatan latihan di Medan sebelum berlaga di partai perdana menghadapi Irak 6 Februari mendatang. Dari jumlah itu terdapat 19 pemain ISL.
Hingga saat ini 11 pemain telah bergabung di Medan, namun tidak ada satu pun pemain ISL yang sudah bergabung.
(Achmad Firdaus)