Kemenpora dan PSSI Tidak Sejalan

Decky Irawan Jasri, Jurnalis
Kamis 03 Januari 2013 00:28 WIB
Share :

JAKARTA – Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan PSSI, beda suara soal pencairan Rp. 800 juta untuk persiapan Piala AFF 2012 yang lalu. Menpora mengaku telah mencaikan dana tersebut. Sementara PSSI, mengaku belum menerima sepeserpun.
 
Koordinator tim nasional (timnas) Indonesia yang juga menjabat sebagai anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Bob Hippy, menjelaskan, bahwa timnas mengalami kesulitan dana jelang persiapan Pra Piala Asia (PPA) 2015. PSSI pun sangat berharap dana persiapan Piala AFF bisa dicairkan pemerintah.
 
“Sampai Desember 2012, belum ada yang masuk. Harusnya bisa kami terima uang tersebut. Karena dananya belum ada, kami belum bisa menetapkan apakah pelatnas (pelatihan nasional) akan digelar di Jakarta atau Medan,” ungkap Bob.
 
Apa yang disampaikan Bob, juga diamini ketua umum (ketum) PSSI, Djohar Arifin Husin. Suksesor Nurdin Halid ini menjelaskan, bahwa sampai sekarang anggaran untuk Piala AFF itu belum sampai ke tangannya. Jika ada dana tersebut, pihaknya bisa sedikit tenang karena ada kepastian anggaran untuk timnas dari sekitar Rp 2,6 miliar yang dibutuhkan.

“Agggarannya memang belum ada. Tapi sedang kami usahakan. Kami ingin pelatnas timnas tetap jalan,’’ jelas Djohar.
 
Apa yang disampaikan Bob dan Djohar langsung dipatahkan Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi dan Olahraga, Djoko Pekik Irianto. Dirinya menuturkan, dana bantuan untuk Piala AFF sudah cair dengan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) pada tanggal 17 Desember 2012. Dan tambah Djoko, saat ini Kemenpora tinggal menunggu laporan balik dari PSSI.
 
“Dana bantuan untuk AFF sudah cair dengan SP2D tanggal 17 Desember 2012. Kami sekarang tinggal menunggu laporan balik keuangannya dari PSSI. Mekanisme bantuannya selalu ke lembaga dalam hal ini PSSI. Tahun anggaran 2012 sudah berakhir, anggaran 2013 kecil kemungkinannya karena Pra Piala Asia di awal tahun. Kami akan mendorong PSSI memaksimalkan dana non APBD,” papar Djoko, lewat pesan singkat kepada wartawan, kemarin.
 
Sementara itu, batas waktu yang diberikan PSSI kepada para pemain Indonesia Super League (ISL) untuk bergabung dengan timnas menurut pernyataan PSSI sebelumnya berakhir hari ini. Dari 43 pemain yang dipanggil PSSI, 19 nama diantaranya memang berasal dari kompetisi ISL.
 
Adapun beberapa diantaranya seperti I Made Wirawan, Atep, Victor Igbonefo, M. Roby, Zulkifli Syukur, M. Ridwan, Ricardo Salampessy, Egi Melgiansyah, Ahmad Bustomi, dan Emanuel Wanggai.
 
Sementara nama-nama lainnya ada,  Boaz Salossa, Samsul Arif Munip, Bambang ‘Bepe’ Pamungkas, Tantan, Greg Nwokolo, Patrich Wanggai, Ian Kabes, Ferinando Pahabol, dan Lukas Mandowen. Kesemuanya disiapkan untuk mengikuti PPA 2015. Adapun pada laga perdana, timnas akan dijamu Irak pada 6 Februari mendatang.
 
“Pemanggilan pemain sudah kami lakukan jauh-jauh hari. Selain meminta langsung kepada klub-klub, kami juga terus lakukan komunikasi melalui kontak perorangan. Sekjen (Sekertaris Jendral) PSSI, Halim Mahfudz, yang terus jalin komunikasi,” jelas Bob.

(Muhammad Indra Nugraha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya