ROMA – Kegempitaan giornata ke-17 memang sudah berakhir. Namun siapa bilang rentetan laga yang melahirkan 32 gol itu tak meninggalkan bekas emosi dari para penggedornya terhadap sejumlah tragedi yang terjadi belakangan.
Sebagaimana disadur Football-Italia, Selasa (18/12/2012), terangkum sejumlah gol yang dipersembahkan untuk berbagai tragedi yang terjadi di ranah Italia sendiri, sampai peristiwa penembakan di sebuah sekolah dasar Amerika Serikat di Connecticut, beberapa hari lalu.
Dimulai dari centrocampista Fiorentina, David Pizarro yang mencetak gol kedua ke gawang Siena. Gol dari titik putih di menit ke-19 itu dipersembahkan untuk mendiang saudarinya, yang belum lama ini wafat akibat sakit. Pizarro pun diberi pelukan hangat dari rekan-rekannya serta dihadiahi ban kapten dengan disambut suka cita fans La Viola.
“Rasanya fantastis. Sambutan untuk gol ini merupakan hadiah tehebat dari rekan-rekan, fans serta publik Firenze,” ujar Pizarro usai laga.
Adapun di kota Turin, tepatnya Juventus Arena, allenatore Antonio Conte yang belum lama kembali ke bench usai sanksi, mengusung dedikasi kemenangan tiga gol tanpa balas atas Atalanta, untuk mendiang Riccardo Neri dan Allesio Ferramosca, yang meninggal saat terjadi tragedi di training-ground Vinovo, enam tahun silam.
“Penghormatan fans sangat indah dan luar biasa. Kami mencoba memberi persembahan pada mereka tiap akhir pekan dengan penampilan kami. Saya juga sangat tergerak dengan persembahan untuk Ale dan Ricky, dua pemain muda Bianconeri yang meninggal, beberapa tahun lalu. Kami masih dekat dengan keluarga mereka karena peristiwa kehilangan itu sangatlah menyakiti hati,” beber Conte.
Masih di Utara semenanjung Italia, Antonio Nocerino yang membuka kemenangang 4-1 AC Milan atas Pescara, mempersembahkan golnya untuk para korban penembakan di sebuah sekolah di Connecticut, Amerika Serikat, yang terjadi beberapa hari lalu.
“Saya ingin mendedikasikan gol saya untuk para keluarga di Amerika, yang putra-putrinya menjadi korban penembakan di sebuah sekolah (Connecticut). Pikiran dan simpati saya bersama mereka,” ungkap Nocerino.
(Randy Wirayudha)