JAKARTA - Setelah bergabungnya penyerang Persipura Jayapura, Titus Bonai, proses seleksi tim nasional (timnas) senior juga akan kedatangan Oktovianus Maniani. Gelandang lincah Persiram Raja Ampat ini, dikabarkan meninggalkan klub untuk bergabung dalam proses seleksi di Yogyakarta.
Tibo, sapaan akrab Titus, memang sudah bergabung dan ikut dalam ujicoba timnas Merah Putih saat menundukan tim Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), 6-0, Rabu (9/5). Namun, bergabungnya bomber berusia 23 tahun tersebut ternyata menimbulkan masalah. Karena saat dikonfirmasi, manajemen tim berjuluk Mutiara Hitam tersebut tidak pernah memberi izin kepada Tibo bergabung dalam seleksi timnas.
Apa yang dilakukan Tibo, ternyata setali tiga uang dengan proses bergabungnya Okto dalam seleksi timnas menuju ajang Invitasi Al-Nakbah International Tournamen di Palestina, 13-23 Mei 2012. Manejemn Persiram klub yang masih terikat kontrak dengan Okto, menilai mantan punggawa Sriwijaya FC dan Persitara Jakarta Utara tersebut 'kabur' dari klub untuk memperkuat timnas Merah Putih.
"Saya sudah dapat kabar bahwa Okto pergi mengikuti proses seleksi timnas. Tapi dia tidak ada izin kepelatih dan tidak izin juga kepihak manajemen. Sampai saat ini Okto masih pemain kami, karena kontraknya masih berjalan sampai akhir musim. Harusnya PSSI dan Okto sendiri meminta izin kepada tim dulu jika ingin pergi," ungkap manajer Persiram, Hendry Weirara saat dihubungi wartawan.
Hendry menilai, apa yang dilakukan pemain yang bersinar namanya bersama timnas saat ambil bagian diajang Piala AFF 2010 lalu, telah melakukan tindakan indisipliner. Karena menurut manajemen, tenaga Okto masih sangat dibutuhkan oleh Persiram, yang saat ini berkutat di papan bawah klasemen sementara Indonesia Super League (ISL).
Terkait apa yang telah dilakukan Okto, manajemen Laskar Bahari, julukan Persiram, menetapkan waktu 3x24 jam mulai hari ini kepada Okto untuk kembali. Namun, jika sampai batas waktu yang telah ditentukan belum juga ada kabar dari Okto maka akan ada tindak lanjut dari manajemen Persiram kepada pemain kelahiran 27 Oktober 1990 tersebut.
"Kami beri waktu 3x24 jam mulai hari ini (kemarin). Jika tidak kembali kami akan tuntut dia. Pokoknya kami akan gugat dia, sepeti Persipura akan menggugat PSSI.
Kami juga sudah ada komunikasi dengan Persipura. Jangan lah kecewakan kami orang-orang Papua untuk yang kedua kalinya," papar Hendry.
Sampai saat ini, manajemen pun terus menghubungi Okto. Akan tetapi, kasus ayah dua anak ini pun sama dengan apa yang dilakukan Tibo kepada manajemen Persipura. Pihak Persiram pun juga mengakui, jika komunikasi antara keduanya terputus. Karena Okto mematikan telefon selulernya.
"Saya rasa Okto memang diberi iming-iming oleh manajemen timnas. Entah itu apa, kami tidak tahu. Telefonnya selalu tidak aktif. Keluarganya juga sudah kami hubungi, tapi mereka juga tidak tahu di mana Okto," terang Hendry.
Sementara itu, asisten pelatih timnas senior, Fabio Oliviera, menuturkan jika sampai saat ini Okto belum menunjukan batang hidungnya dalam proses seleksi timnas. Dan pelatih asal Brasil tersebut menyampaikan, dirinya juga belum diberi tahu sama sekali oleh manajemen timnas Merah Putih.
"Kami belum dapat informasi dari manajemen soal itu (Okto). Baru Tibo saja memang yang datang. Sejauh ini belum ada pembicaraan mengenai Okto," tandas Fabio.
(Fitra Iskandar)