MANCHESTER – Keputusan seorang wasit di dalam sebuah pertandingan bola terkadang membuat salah satu pihak merasa diuntungkan atau bisa saja dirugikan. Bagi pelatih Queens Park Ranger, Mark Hughes ia menjadi bagian yang dirugikan di laga kemarin.
Seperti diketahui, QPR harus kalah 2-0 kala bertandang ke markas Manchester United, Minggu (8/4/2012). Tapi, yang menjadi pusat perhatian adalah kartu merah yang diberikan wasit Lee Mason kepada Shaun Derry di menit ke-14 akibat menjegal Ashley Young di kotak penalti.
Tidak hanya kartu merah saja yang diberikan oleh Mason, tapi juga hadiah tendangan penalti bagi Setan Merah. Dan banyak yang menilai bila Young telah terjebak offside lebih dahulu, namun wasit berpikir lain.
Sontak keputusan tersebut membuat geram kubu QPR, khususnya Hughes. Ia menilai keputusan dari wasit cukup mengecewakan dan merugikan timnya. Bahkan, ia berani bilang bila saat ini para pelatih sudah kehilangan kepercayaan dengan pengadil lapangan.
“Kita benar-benar dikecewakan dengan berbagai keputusan wasit. Tidak hanya untuk kejadian itu saja (kartu merah Derry), tapi hampir sepanjang laga. Ia (Mason) kecepatan dalam meniupkan peluitnya,” keluh Hughes seperti dilansir BBC Sports, Senin (9/4/2012).
“Saya melihat Young masih tergeletak di lapangan, tapi ia telah putuskan menjadi penalti. Ketika itu hakim tidak punya kesempatan untuk angkat bendera (offside), karena wasit sudah memutuskan itu penalti. Kini, hampir semua pelatih telah kehilangan kepercayaannya dengan wasit,” tandas mantan pelatih Manchester ini.
Sebelumnya, pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson sendiri mengakui bila Young telah dalam posisi offside. “Saya pikir Ashley (Young) offside. Anda mendapatkan banyak (keputusan) itu. Dalam beberapa pekan terakhir telah terjadi banyak keputusan seperti itu,” ujarnya.
(Muhammad Indra Nugraha)