MILAN – Inter Milan tampaknya harus melupakan mimpi Scudetto mereka musim ini. Bahkan, gelandang Inter, Thiago Motta menyebut berbicara soal Scudetto setelah kekalahan 0-1 dari Udinese—kekalahan keenam di Serie A—akan tampak seperti membodohi orang-orang.
“Membicarakan hal itu (Scudetto) sekarang akan seperti membodohi orang-orang. Menemukan penjelasan atas apa yang terjadi tidak mudah. Kami harus tetap bersama-sama. Berbicara takkan membawamu kemana-mana. Kamu harus berbicara di lapangan,” kata Motta seperti dikutip dari situs resmi Inter, Minggu (4/12/2011).
Mengomentari soal penalti Giampaolo Pazzini, Motta menyalahkan rekan setimnya tersebut. Menurutnya, Nerazzurri sebenarnya punya 95 menit untuk mencetak gol tetapi mereka gagal.
“Kegagalan penalti bukanlah masalah utamanya. Kami punya 95 menit untuk mencetak gol. Tapi saya ikut menyesal terhadap Giampaolo karena dia telah memberikan semampu yang dia punya,” tutur Motta.
Kekalahan 0-1 ini semakin membenamkan posisi Inter di klasemen Serie A dan membuat posisi pelatih Claudio Ranieri mulai dipertanyakan. Namun, menurut Motta bila ada pihak yang mesti disalahkan maka menurutnya para pemainlah yang mesti dimintai tanggung jawabnya, bukan pelatih.
“Kamilah yang pertama-tama harus disalahkan dan kami harus merubahnya. Kami tidak bisa lagi membuat kesalahan. Sekarang, kami butuh lebih banyak lagi dukungan dari para suporter,” harap Motta.
(Fitra Iskandar)