BANDUNG - Kemenangan besar 3-1 atas tamunya PSPS Pekanbaru pada laga kandang di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (12/1/2010) dijadikan motivasi bagi Persib untuk terus menang. Tidak ada kata kalah lagi bagi Maung Bandung.
Setidaknya itulah yang ditegaskan Manajer Persib Umuh Muhtar guna memotivasi jajaran pelatih dan pemain Persib. Umuh mengaku bangga dengan permainan yang dilakoni Maman Abdurahman dkk, Kamis (14/1/2010) sore. "Iya, ini permainan terbaik kita. Harus tetap seperti ini," kata Umuh.
Umuh mengakui permainan Persib memang selalu naik-turun. Namun, dia berharap, hasil terbaik yang ditorehkan lalu menjadi acuan bagi para skuad Maung Bandung untuk tampil lebih trengginas. Apalagi, manajemen dan konsorsium tetap tetap akan melakukan evaluasi setelah putaran pertama berakhir.
"Tentu saja kita tidak lupa dengan rencana evaluasi. Kalau atapun menang, kita akan evaluasi. Tapi saya tidak akan menyebutkan dulu siapa saja yang akan dievaluasi. Ini tidak etis. Nah, baru setelah putaran pertama berakhir, baru kita blak-blakan," jelasnya.
Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat ini mengaku tidak akan terpaku dengan target 14 angka yang pernah diucapkannya. Sebab, kali ini yang menjadi penegasan adalah Maung Bandung tidak boleh kalah lagi. Soal angka, kata Umuh, akan mengikuti jika anak-anak Bandung tersebut sudah menunjukkan performa yang luar biasa.
Seperti diketahui, dari sisa enam laga sejak kontra Persija pekan lalu, manajemen menargetkan raihan 14 poin dari sisa enam laga. Artinya, Persib hanya boleh seri dua kali dan wajib menang empat laga. Hasil seri didapatkan ketika menjamu Macan Kemayoran. Dan poin sempurna telah diraih pada laga kemarin sore. Jadi, empat laga berikutnya, Maung Bandung hanya boleh satu kali seri dan tiga kali harus menang.
Tapi rupanya, manajemen dan konsorsium memiliki penilaian lain. Lepas dari target raihan poin, Umuh mengaku rapor bagi jajaran pelatih dan punggawa Persib akan berkaca pada hasil evaluasi manajemen dan konsorsium. Umuh sendiri masih enggan membuka bentuk penilaian yang akan dijadikan acuan evaluasi besar-besaran nanti.
(Defanie Arianti)