MAKASAR - Sesaat kita kembali pada persepakbolaan Indonesia tiga tahun silam, tepatnya tahun 2005. Penampilan gemilang seorang bocah di ajang kompetisi Danone Cup mencuat sebagai striker yang diimpikan akan mengangkat persepakbolaan Indonesia di kancah Internasional.
Ya, bocah itu bernama Irvin Museng dengan 10 gol yang berhasil tercipta di turnamen itu. Bahkan, berkat gol-gol itu telah membawanya sebagai top skorer pada masa itu.
Kesuksesannya ini pun berbuah manis, Irvin yang membawa bendera MFS akhirnya mendapatkan tawaran dari seorang pencari bakat untuk menimba ilmu pada tim besar di kota kincir angin.
Melalui kepiawaiannya, dia pun mampu menyisihkan lebih dari 3.000 anak di Asia untuk direkrut dibawah arsitek Heinny Otto bersama 24 anak dari seluruh dunia.
"Rencananya, saya diminta untuk tinggal, berlatih serta bertanding untuk membela Ajax U-15 tanpa adanya ketentuan waktu. Namun akibat ijin tinggal di Amsterdam yang mengharuskan untuk selalu diurusi tiap dua bulan, dengan segala persoalan administrasi, maka saya kembali ke Makassar. Bahkan visa tinggal sudah dianggap tidak bisa diperpanjang. Namun, ini tidak menjadi masalah apalagi, saya masih harus melanjutkan sekolah," papar Irvin yang saat ini tengah mengenyam bangku sekolah kelas 3, di SMA Mulya Bhakti Jl Sungai Saddang, Makassar, Selasa (18/11/2008).
Menimba ilmu selama sembilan bulan di Ajax, bukan hal mudah. Irvin harus berdaptasi dan harus mulai menapakkan kaki sebagai pemain yang mampu bersaing dengan sejumlah rekan-rekannya dari sejumlah Negara di dunia.
Selain di Ajax, Irvin juga sempat berlatih di salah satu klub di Amsterdam. Dia dipinjamkan oleh Ajax untuk membela klub divisi dua Belanda, FC Omniworld selama beberapa waktu.
"Selama di sana, syukur saya bisa bertahan dan mengenyam pendidikan bola. Kendati hanya dasar-dasarnya saja, namun,ilmu itu akan saya gunakan sebagai modal untuk karir saya ke depan," katanya.
(Hendra Mujiraharja)