JAKARTA – Nasib enam anggota Komite Eksekutif (Exco) yang dikenakan sanksi usai Kongres Luar Biasa (KLB) bulan lalu, masih menyisakan tanda tanya. Lebih-lebih Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin, angkat tangan dan memilih menyerahkan kasus itu ke FIFA.
Pada KLB 17 Maret lalu, enam anggota Exco, Farid Rahman, Tuti Dau, Bob Hippy, Mawardi Nurdin, Sihar Sitorus dan Widodo Santoso, memilih walk-out lantaran adanya “pembelokan” dalam agenda kongres.
Keenam anggota itu pun akhirnya dikenai sanksi dan terakhir, mereka mengadukan kasus itu pada FIFA melalui surat yang dikirim Farid Rahman sebagai waketum PSSI. Dalam surat tersebut, terdapat pernyataan hanya mengakui tiga agenda yang sebenarnya sudah disepakati sebelumnya, sekaligus pembantahan pengakuan bahwa mereka diskors.
Tak ingin terbentur putusan dengan AFC atau lebih-lebih FIFA, Djohar memilih tak asal bicara dan memilih menghindari perdebatan lebih lanjut, dengan menyerahkan kasus itu langsung ke FIFA.
“Soal itu (skors enam Exco), kita semua serahkan ke FIFA. Kami akan ikuti apa instruksi FIFA nantinya. Kita lihat dulu respons dari FIFA,” ujar Djohar di kantor PSSI, Senin (8/4/2013).
“Tidak perlu lah, ada perdebatan lagi soal ini. Kami ingin mengambil langkah yang sama saja dengan FIFA dan AFC,” lanjut eks-staf ahli Kemenpora tersebut.
Keenam anggota Exco itu pun dinyatakan tak diundang dalam rapat Exco yang digelar di Surabaya. Untuk membicarakan agenda timnas dan dualisme kompetisi, rapat mulai “efektif” berjalan besok yang juga dihadiri empat tambahan Exco yang disetujui KLB, yakni La Siya, Zulfadli, Hardi Hasan dan Djamal Aziz.
Follow Twitter bola Okezone di sini
(Fitra Iskandar)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.