LIVERPOOL - Pelatih Liverpool Kenny Dalglish senang karena segala dokumen terkait tragedi Hillsborough kini bisa diakses publik. Atas hal itu Dalglish pun memuji Andy Burnham dan Steve Rotheram yang telah mengumpulkan dan menyusun dokumen tersebut untuk diakses masyarakat luas, terutama keluarga korban.
Tragedi Hillsborough menyisakan sejarah kelam bagi Liverpool. Kala itu 96 suporter Liverpool tewas di stadion Sheffield Wednesday karena berjejalan akibat over kuota. Sebelumnya, pihak kepolisian menyatakan bila tragedi tersebut murni karena kecelakaan. Namun, usut punya usut ternyata kejadian tersebut tak lepas dari kesalahan pihak kepolisian yang menggiring supporter ke dalam stadion meski kapasitasnya tidak memadai.
“Itu adalah sukses yang fantastis untuk semua keluarga korban. Ini langkah besar bagi mereka. Mereka mendapatkan akses terhadap apa yang telah masyarakat lihat, dokumen-dokumen yang berada di sana. Itu adalah pekerjaan fantastis yang dilakukan oleh Andy Burnham dan Steve Rotheram, tutur Dalglish dikutip Yahoosports, Rabu (19/10/2011).
“Andy datang dua tahun lalu dan berkata dirinya akan mencoba untuk menguak misteri ini, dan dia menepati ucapannya. Steve Rotheran adalah perdana menteri lokal yang juga mendorong hal itu lebih maju, jadi ada banyak orang yang melakukan pekerjaan brilian untuk para keluarga (korban),” sambungnya.
“Apa yang mereka (keluarga korban) inginkan adalah mendekati hal itu. Saya tidak tahu berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengumpulkan dokumen-dokumen tersebut, namun saya kira kecepatan (waktu) bukan lah hal terpenting. Perhatian dan perawatan pada hal mendetail adalah yang terpenting,” imbuh striker legendaris The Reds tersebut.
“Ini bukan hanya mengenai sebuah kota. Saya pikir masyarakat dimana pun ingin melihat itu dan itu sangatlah pantas, mereka jadi bisa melihat dokumen yang berada di sana. Petisi mengatakan pada Anda ini bukan hanya mengenai Liverpool Football Club dan para fans yang mendukung Liverpool, ini tentang sepak bola. Itu bisa terjadi pada siapa saja yang berada di sana. Semua orang yang mendukung klub sepak bola menyadari hal itu,” tandasnya.
Insiden ini sendiri diketahui terjadi pada pada 1989, saat duel semifinal Piala FA 1989 antara Liverpool melawan Nothingham Forest.
(Achmad Firdaus)