Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Permainan Persib Tidak Konsisten

Huyogo Simbolon (Koran Sindo) , Jurnalis-Senin, 21 Maret 2011 |03:39 WIB
Permainan Persib Tidak Konsisten
Foto: Para pemain Persib Bandung tengah melakoni sesi latihan/Koran SI
A
A
A

BANDUNG - Penampilan anak-anak Maung Bandung dinilai tidak konstan. Bahkan kehadiran tiga pemain asing yang bergabung pada putaran II Indonesia Super League (ISL) dianggap tidak memberikan perubahan yang signifikan.
 
Bambang Sukowiyono, pemain Persib Bandung di era 80-an mengatakan, penampilan Persib dalam tiga pertandingan terakhir tidak menunjukan perubahan yang drastis. "Perbaikan pada tiga pertandingan terakhir tidak menunjukan konsistensi," kata Sukowiyono di Stadion Siliwangi, Minggu (20/3/2011).
 
Menurut mantan gelandang Persib ini, saat menghadapi Persija Jakarta tiga hari lalu, Eka Ramdani cs tidak terlihat mengalami perbedaan. "Pada pertandingan itu para pemain seperti tidak punya strategi. Mereka nggak sabar dalam melakukan penyerangan karena terlalu bermain terbuka," bebes lelaki yang akrab disapa Suko ini.
 
Lebih lanjut Suko menuturkan, kesabaran para pemain bukan harus ditunjukan lewat gaya bermain yang pelan. "Sabar bukan berarti bermain lebih lamban melainkan penuh perhitungan. Sayang, hal itu tidak terlihat saat bertemu Persija," jelasnya.
 
Soal keinginan Maung Bandung, julukan Persib meraih angka penuh di kandang, Suko menilai hal tersebut akhirnya membebani Eka Ramdani cs. "Karena ingin dapat poin penuh di kandang, pemain akhirnya bermain rusuh," ucapnya.
 
Selain itu Suko mengaku kehadiran tiga pemain asing yakni Matsunaga Shohei, Miljan Radovic dan Abanda Herman hanya memberikan shock terapi bagi tim. Sebab, dalam beberapa pertandingan Suko memperkirakan ketiganya akan tidak konsisten.
 
"Kedatagan tiga pemain baru juga tidak konsisten. Mereka hanya memberikan kejutan di awal saja selebihnya akan seperti biasa saja lagi," cetusnya. Suko yang kini terlibat di pengurus PSSI Jabar menegaskan agar Persib tidak melakukan rotasi setelah dikalahkan Persija Jakarta 2-3.
 
"Jangan bicara rotasi sekarang karena itu sudah dipertimbangkan saat memulai putaran II. Jika melakukan rotasi, itu tandanya tidak konsisten," tegasnya.  Dia menambahkan, bila rotasi dilakukan harus memperhitungkan tujuannya.
 
"Rotasi itu dilakukan dengan memperhitungkan tujuan. Apakah dilakukan sebagai persiapan untuk kompetisi ke depan? Kalau tidak ya benahi saja apa yang ada sekarang," tandasnya.
 
Hal senada juga diungkapkan Ajat Sudrajat. Legenda hidup Persib ini menyayangkan kelemahan Persib sudah terjadi sejak empat musim terakhir. “Dari empat musim terakhir selalu lemah di pertahanan. Kalaupun menang, tapi segi permainan masih belum bagus. Padahal di Perisb ada sekelas pemain nasional,” tegasnya.
 
Apalagi, kata Ajat, gol-gol yang bersarang di jala Persib selalu tercipta karena gol mudah. “Kalau sudah sering masukan seharunya di dengar. Tugas asisten pelatih dalam hal ini kurang berjalan dengan baik. Seharusnya setiap individu itu diajarkan cara bertahan,” jelasnya.
 
Untuk itu, kata Ajat, Persib sebaiknya melakukan perubahan dengan mengandalkan para pemain muda yang perlu diberikan kesempatan. “Berikan kesempatan pada para pemain muda, biar mereka dapat pengalaman di musim ini. Ini seharusnya tugas asisten pelatih yang membawa kesempatan pada para pemain muda,” tandasnya.

(Achmad Firdaus)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement