DEPOK - Selain membantah telah menulis surat terbuka di internet, putri Nurdin Halid, Andi Nurhilda Daramata Asiah Nurdin Halid juga membantah data dan fakta yang dibeberkan di dalam surat terbuka tersebut. Hilda memastikan seluruh data di dalam surat terbuka itu tidak akurat dan tak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Hal itu disampaikan Hilda melalui kuasa hukumnya, Rahmat Harahap. Rahmat mengatakan, dari kalimat pertama saja, surat terbuka tersebut tidak akurat.
“Misalnya, di surat tersebut tertulis perkenalkan putri satu satunya Nurdin Halid dari enam bersaudara, padahal putri pak Nurdin ada dua, yaitu Andi Nurhaliza, dan tujuh bersaudara, kalimat awal saja sudah tidak benar,” katanya dalam konferensi pers di Rafless Hill, Cibubur, semalam.
Rahmat hanya meminta agar permasalahan privasi keluarga tidak ditarik ke ranah publik dan menjadi konsumsi media. Hilda, kata Rahmat, hingga kini masih penasaran dengan sosok Iwan Phurawinata, orang yang memposting surat atas nama Hilda di blog online Kompasiana.com 22 Februari lalu.
“Saya kira ini seperti efek saja, jadi wilayah private keluarga ditarik ke ranah publik. Alat pelacak polisi kan sekarang lebih canggih, siapa tahu nanti bisa dilacak blog itu lewat alamat emailnya, sampai sekarang masih tanda tanya,” tandasnya.
Di dalam surat terbuka Hilda Halid, disebutkan bahwa Hilda membantah julukan ayahnya yang menyandang status koruptor. Di surat tersebut disebutkan pula, bahwa Nurdin Halid selama ini hanya bemper dari elit elit PSSI di belakang Nurdin dan selalu berkorban hingga masuk bui.
(Achmad Firdaus)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.