"Regenerasi Persib Jangan Sekadar Wacana!"

Kamis, 17 Februari 2011 - 16:47 wib | Huyogo Simbolon - Koran SI

Foto: Ist

BANDUNG - Bergulirnya wacana penyegaran tim Persib Bandung dengan menyeleksi pemain muda disambut positif oleh mantan punggawa Maung Bandung, Bambang Sukowiyono.

Bahkan, salah satu pentolan Pengda Persatuann Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Jawa Barat ini berharap seleksi pemain Persib U-21 tidak hanya terjadi saat jeda kompetisi sekarang, di mana prestasi Persib kurang bagus.

“Ini merupakan inisiatif yang bagus dengan memberikan kesempatan. Tapi tidak hanya mencoba saja, melainkan harus dengan tujuan meningkatkan kemampuan pemain yang akan diseleksi sehingga bisa dipergunakan untuk musim depan,” ujar Bambang Sukowiyono, Kamis (17/2/2011).

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengprov PSSI ini menilai momen perekrutan pemain tidak masalah meski posisi Persib saat ini berada di peringkat 11 klasemen Liga Super Indonesia (LSI). “Saya melihat tidak ada degradasi pada kompetisi tahun ini. Jadi, tidak masalah jika posisi Persib saat ini untuk merekrut pemain muda. Berapapun posisinya tidak berpengaruh,” kata pria yang akrab disapa Suko ini.

Justru Suko menilai, jika Persib menurunkan para pemain muda maka anggaran pembelian pemain akan lebih efisien. “Ini langkah yang bagus dengan melakukan seleksi pada pemain muda Bandung. Pengurus akan lebih hemat untuk mengeluarkan biaya,” ungkapnya.

“Ada persaingan sehingga masing-masing peserta seleksi harus mengeluarkan seluruh kemampuan. Saya berharap pemain diseleksi untuk memperkuat Persib,” kata Suko, menanggapi bagaimana pemain muda untuk menyeriusi seleksi yang rencana digelar 21 Februari nanti.

Meski tidak semua pemain Persib U-21 diseleksi, lebih lanjut Suko mengatakan, komposisi pemain muda dan senior harus dipertimbangakn dengan baik oleh pelatih Persib saat ini Daniel Roekito.

“Harus diberikan pengertian kepada pemain senior. Mudah-mudahan muncul kesadaran sendiri dari pemain senior disamping harus berjuang mengangkat prestasi Persib untuk mendorong adik-adiknya. Harus berani bersikap sebagai orang dewasa yang mendukung pemain muda. Peran seorang pemain senior nantinya dapat membesarkan hati pemain muda,” pungkas pemain yang berkaos kebesaran Persib sejak usia 22 tahun ini.

Kendati wacana yang dilemparkan pelatih sudah bagus, Suko melihat pada pemain muda Persib masih memiliki kendala jam terbang. “Pelatih harus berkomitmen kuat untuk mengambil keputusan. Anak-anak muda Bandung cukup bagus, tapi terus terang saja kurang diberikan kesempatan untuk bermain,” jelasnya.

“Dari sisi teknik anak-anak Bandung sudah bagus. Selama pemain rajin berlatih pasti bisa tercapai. Yang kurang adalah pengalaman bertanding. Hanya ujicoba dengan klub kecil saja tidak cukup sehingga dinamikanya begitu-begitu saja. Lihat saja pemain muda kita saat bermain pasti di kontrol dulu bukannya mencari kesempatan untuk mengalirkan bola ke daerah lain atau teman satu tim,” katanya mencontohkan.
 
Menurut Suko, para pemain muda tidak begitu kaya dalam membaca permainan. Selain itu, mental pemain akan lebih siap menghadapi pertandingan dengan mendapat jam terbang. Oleh karena itu harusnya ada target bagi pengurus Persib ke depan agar pemain Persib U-2 1 yang sudah berjalan beberapa tahun tidak hanya sia-sia.
 
“Harusnya ada target untuk jangka tahun ke depan. Lama kelamaan jika dilakukan pemain Persib akan muncul dari pembinaan lokal. Misalkan 5 orang per tahun. Jangan selesai LSI U-21 para pemain langsung bubar. Harus ada pintu untuk masuk tim senior. Tidak masalah jika si pemain mencari pengalaman di luar klub Persib untuk mencari eksistensi sendiri,” tambah mantan gelandang bertahan Persib era 80-an ini.

Pemain Persib era Manajer Yayat Ruchiyat ini menegaskan kembali jika para pemain muda Persib harus siap mengalami fase. “Jangan cuma memikirkan hasil menang atau kalah. Semuanya harus bisa dilalui,” pungkasnya. (far)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Menang di Anfield Luar Biasa!