PERUBAHAN jadwal turnamen bergengsi Piala Asia 2027 secara mendadak memicu efek domino bagi konstelasi kepelatihan di benua kuning tersebut. Keputusan ini tidak sekadar mengubah agenda persiapan teknis, melainkan turut mengguncang masa depan 10 pelatih top akibat kontrak kerja yang kedaluwarsa sebelum turnamen sepakbola terbesar di Asia itu dimulai.
Awalnya, hajatan akbar sepak bola Asia tersebut dijadwalkan bergulir pada Januari 2027 di Arab Saudi. Namun, penyesuaian jadwal baru menetapkan ajang ini dihelat pada 23 Desember 2027 hingga 21 Januari 2028, membuat banyak federasi harus memutar otak ulang.
Situasi pelik ini turut menyeret nama juru taktik Timnas Vietnam, Kim Sang-sik, yang kontrak kerjanya bersama VFF diproyeksikan rampung pada Februari 2027. Mengingat pelaksanaan turnamen diundur hampir setahun dari masa berakhirnya kontrak, federasi kini dihadapkan pada opsi dilematis antara memperpanjang durasi kerja atau mengambil opsi kontrak jangka pendek.
Meski rekam jejaknya bersama berbagai kelompok umur Timnas Vietnam dinilai positif, perpanjangan masa bakti sang pelatih asal Korea Selatan itu tetap memerlukan kajian matang dari induk sepak bola nasional.
Tidak hanya Vietnam, badai ketidakpastian kontrak juga melanda sejumlah raksasa sepak bola Asia lainnya. Arab Saudi misalnya, harus meninjau ulang posisi pelatih Georgios Donis yang masa baktinya usai pada Juni 2027 di tengah rumor kedatangan Roberto Martinez.
Jepang pun harus mengevaluasi ulang rencana suksesi antara Hajime Moriyasu dan Go Oiwa. Sementara itu, Australia dipaksa menghitung ulang langkah bagi Tony Popovic yang sebelumnya sengaja mengambil opsi kontrak singkat demi menyesuaikan jadwal lama turnamen.
Kompleksitas serupa turut dialami oleh Korea Selatan lewat Robert Moreno yang kontraknya habis pada November 2026, Graham Arnold di Irak hingga Februari 2027, serta Fabio Cannavaro bersama Uzbekistan hingga Oktober 2027.