JAKARTA - Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, tetap menyuarakan rasa bangga terhadap performa anak asuhnya meski harus pulang tanpa poin saat bertandang ke markas Persija Jakarta. Skuad Macan Putih terpaksa mengakui keunggulan tim tuan rumah dengan skor tipis 1-2 pada laga pekan ketujuh Super League 2026-2027 di Jakarta International Stadium (JIS), Senin 26 Oktober 2026 malam.
Persik sejatinya mengawali pertandingan dengan sangat menjanjikan setelah Imanol Garcia mencetak gol pembuka pada menit ke-10. Gol tersebut tercipta melalui tandukan tajam yang gagal diantisipasi oleh penjaga gawang Persija, Nadeo Arga Winata.
Namun, Persija sanggup membalikkan keadaan pada babak kedua melalui dua gol balasan cepat dalam kurun waktu dua menit. Denis Kolinger menyamakan kedudukan lewat sundulan pada menit ke-64, disusul sontekan Rizky Ridho pada menit ke-66 yang mengunci keunggulan Macan Kemayoran –julukan Persija– menjadi 2-1.
Meski berlaga di bawah tekanan puluhan ribu pendukung lawan, para pemain Persik tampil berani untuk meladeni permainan terbuka tuan rumah. Skuad Macan Putih berusaha mengimbangi kualitas teknik Persija dengan menyajikan kekuatan fisik dan mental spartan sepanjang 90 menit.
Perjuangan gigih tersebut menuai pujian langsung dari Marcos Reina seusai pertandingan. Juru taktik asal Spanyol itu menilai jajaran pemainnya telah menunjukkan karakter pantang menyerah di tengah atmosfer laga yang sengit.
"Saya bangga dengan tim ini dan semua pemain yang telah bertarung seperti singa di kandang Persija. Para pemain tak hanya menunjukkan teknik dan cara bermain bagus, tapi juga mentalitas pantang menyerah," kata Marcos Reina dilansir dari situs resmi PT Liga Indonesia Baru (I.League), Rabu (28/10/2026).
Persik terus melancarkan tekanan demi mengejar ketertinggalan hingga peluit panjang dibunyikan. Meski demikian, Reina turut memberikan pandangan kritis terkait kondisi permukaan lapangan yang dinilainya menghambat potensi permainan kedua kesebelasan.