Gaya bermain Messi sangat khas dan sulit ditiru pemain lain. Dengan kecepatan dribble dan kontrol bola yang selalu lekat di kakinya, ia mampu melewati hadangan lawan dengan mudah. Visi permainannya yang tajam memungkinkannya membaca arah serangan lebih cepat dari rata-rata pemain, sementara kemampuan penyelesaian akhirnya yang akurat kerap berujung gol.

Tak hanya itu, Messi dikenal piawai mengambil keputusan cepat di bawah tekanan lawan. Kreativitasnya yang tinggi dalam membangun serangan pun menjadikannya motor penggerak lini depan timnya.
Berkat kombinasi kemampuan tersebut, Messi selalu menjadi ancaman nyata di setiap pertandingan, baik sebagai pencetak gol maupun kreator peluang bagi rekan setimnya.
Selama berkarier, Messi telah menyabet berbagai penghargaan bergengsi, baik secara individu maupun bersama tim. Di level individu, ia beberapa kali dinobatkan sebagai peraih Ballon d’Or dan turut mengantongi Sepatu Emas Eropa.
Bersama klub, Messi sukses merengkuh sejumlah gelar liga domestik serta trofi Liga Champions. Adapun bersama Timnas Argentina, ia berhasil mempersembahkan titel Copa América. Rentetan capaian itu membuktikan bahwa Messi tak sekadar pemain berbakat, tetapi juga atlet berkarakter juara yang luar biasa.
Messi tercatat sebagai salah satu pesepak bola paling produktif dalam sejarah. Ia delapan kali dinobatkan sebagai peraih Ballon d’Or dan membukukan lebih dari 900 gol sepanjang karir profesionalnya. Di level klub, ia juga menyandang status sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Barcelona.
Bersama Timnas Argentina, Messi mempersembahkan gelar juara Piala Dunia 2022. Pada Piala Dunia 2026, ia menyamai rekor 16 gol milik Miroslav Klose lewat hattrick yang dicetaknya. Deretan rekor tersebut menjadi bukti konsistensi Messi di level tertinggi sepakbola dunia.
Piala Dunia 2026 menjadi panggung pembuktian bahwa usia bukan penghalang bagi Lionel Messi. Pada laga pembuka melawan Aljazair, ia mencetak tiga gol yang mengantar Argentina meraih hasil positif sekaligus menorehkan tonggak sejarah baru.
Capaian itu terasa kian istimewa karena Messi tercatat sebagai pemain Argentina termuda sekaligus tertua yang pernah mencetak gol di Piala Dunia. Gol perdananya di ajang ini dibukukan pada usia 18 tahun di edisi 2006, dan kini ia kembali menciptakan hat-trick pada usia 38 tahun di edisi 2026.
Di tengah silih bergantinya para bintang lapangan hijau, Lionel Messi justru mampu bertahan di level tertinggi selama bertahun-tahun. Sedikitnya ada empat faktor yang membuatnya tetap istimewa.
Pertama, visi bermainnya yang luar biasa. Messi dikenal mampu membaca ruang dan peluang yang kerap luput dari pandangan pemain lain. Kedua, ketajamannya dalam mencetak gol. Meski banyak berperan sebagai playmaker, produktivitas golnya tetap berada di kelas elite.
Ketiga, konsistensi jangka panjang. Tidak banyak pesepak bola yang sanggup tampil kompetitif selama lebih dari 20 tahun. Keempat, mental juara. Keberhasilannya meraih trofi Piala Dunia 2022 melengkapi koleksi gelar yang sebelumnya sudah sangat mengesankan
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.