"Penggantian pemain bukan berarti pelatih tidak puas, melainkan karena saya memiliki kedalaman bangku cadangan. Pemain seperti Vinicius tentu membutuhkan dukungan semua pihak. Siulan dari suporter lawan adalah dorongan motivasi, namun jika datang dari pendukung sendiri di kandang, itu bisa menyakitkan. Sebagai pelatih, saya puas dengan apa yang dia lakukan," tambahnya.
Tekanan bagi Vinicius makin bertambah seiring melesatnya performa Yan Diomande. Musim ini, Diomande telah melakukan 47 kali percobaan dribble dengan tingkat keberhasilan mencapai 66 persen dalam 565 menit bermain, sementara Vinicius baru mencatatkan 38 percobaan dengan akurasi 42 persen dari 800 menit penampilan.
Kesempatan Diomande untuk makin menunjukkan kualitasnya terbuka lebar dalam tiga laga Liga Spanyol mendatang melawan Barcelona, Racing, dan Valencia. Vinicius dipastikan absen pada ketiga laga tersebut akibat sanksi dari komisi disiplin.
Winger Timnas Brasil tersebut diperkirakan baru bisa kembali merumput pada laga Liga Champions menghadapi AEK Athens, 4 November mendatang. Laga tersebut akan menjadi pembuktian apakah penurunan performa Vinicius hanyalah fase sementara atau ada masalah yang lebih mendalam.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.