MADRID – Penampilan bintang Real Madrid, Vinicius Junior, tengah menjadi sorotan akibat penurunan signifikan dalam gaya permainan khasnya. Winger asal Brasil yang biasanya tampil eksplosif dan mengandalkan aksi individu tersebut tampak kehilangan daya sengatnya pada dua laga terakhir saat dipercaya menjadi starter.
Catatan statistik menunjukkan penurunan drastis saat Vinicius berlaga melawan AS Roma dan RB Leipzig. Dalam kurun 59 menit penampilannya menghadapi Roma serta 70 menit bertanding melawan Leipzig, sang pemain sama sekali tidak mencatatkan satu pun upaya dribble atau melewati lawan.
Situasi ini cukup kontras dengan penampilannya pada 10 Oktober saat menghadapi Villarreal dari bangku cadangan. Masuk di 20 menit terakhir, ia sempat mengemas dua dribble sukses dan mencetak gol, sebelum akhirnya dianulir VAR akibat insiden penarikan rambut terhadap Saliba yang berujung sanksi larangan bertanding empat laga.
Saat melawan Leipzig di ajang Liga Champions 2026-2027, Vinicius tampil tak seperti biasanya. Ia jarang berani berduel satu lawan satu dan tampak murung di lapangan, sebuah pemandangan tak biasa dari sang penyerang sayap.
Meskipun performa sang pemain disorot publik, pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, justru memberikan pembelaan. Pelatih berpaspor Portugal itu menegaskan bahwa dirinya tetap puas dengan kontribusi taktis yang ditunjukkan Vinicius di lapangan.
Mourinho menjelaskan tugas Vinicius pada pertandingan melawan Leipzig lebih difokuskan untuk menjaga keseimbangan lini pertahanan tim, terutama dalam mematikan pergerakan bek kanan lawan yang sering menusuk ke area tengah.
"Jika dia merasa sedih, itu adalah hal yang sangat personal. Dari Vinicius, orang-orang selalu berharap lebih dan ingin dia menjadi pembeda secara individu. Namun, dia memainkan laga yang saya sukai. Dari tiga penyerang, dialah yang memiliki tanggung jawab terbesar dalam hal keseimbangan pertahanan," ujar Mourinho, dikutip dari Marca, Jumat (23/10/2026).