“Juventus dan Galatasaray hanya menginginkan kesepakatan pinjaman. Nottingham Forest tidak dapat mencapai kesepakatan dengan City, begitu pula Newcastle United,” tambahnya.
Pada akhirnya, Al-Qadsiah sukses mengamankan jasa Reijnders setelah Manchester City menerima mahar sebesar 52 juta pounds atau sekira Rp1,2 triliun. Penjualan ini sekaligus membantu rencana finansial klub untuk mendatangkan talenta muda Lille, Ayyoub Bouaddi.
Martin tidak menampik faktor finansial yang fantastis berperan besar dalam kepindahan putranya. Namun, ia menegaskan bahwa uang bukanlah satu-satunya motivasi utama di balik keputusan tersebut.
"Uang hanya menjadi faktor penentu ketika dihadapkan pada dua pilihan olahraga: bertahan di Manchester City dengan risiko sering di bangku cadangan, atau bermain reguler dengan menikmati peran yang pas di Al-Qadsiah," tutup sang ayah.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.