AJANG Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) ke-12 di JICC Senayan, Jakarta, menjadi panggung perkenalan strategi unik dalam percepatan transisi energi bersih. Komunitas Geothermal Soccer Indonesia (GSI) secara resmi mengenalkan metode kolaboratif yang mengawinkan edukasi panas bumi, pendekatan sosial, dan pengembangan talenta muda melalui olahraga sepak bola. Langkah ini dinilai menjadi angin segar untuk mendukung target Indonesia sebagai produsen Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) terbesar nomor satu di dunia pada tahun 2030.
Isu penerimaan masyarakat selama ini menjadi salah satu tantangan paling krusial dalam pengembangan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP). Dalam pembukaan forum, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menekankan pentingnya kemudahan perizinan serta penyelesaian dinamika sosial. Senada dengan hal tersebut, Kementerian ESDM menilai komunikasi transparan dan pemetaan sosial harus dilakukan sedini mungkin agar proyek dapat berjalan berkelanjutan tanpa hambatan sosial yang berarti.
“Keberhasilan pengembangan panas bumi sangat ditentukan kesiapan teknis dan penerimaan sosial. Komunikasi yang transparan, social mapping, dan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat harus dimulai sedini mungkin serta dijaga sepanjang siklus proyek,” tegas Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM, P. Hadi Wijaya, dikutip Sabtu (22/8/2026).
Lewat format GeoTalk bertajuk “Sepak Bola sebagai Jembatan Sosial di Wilayah Panas Bumi”, GSI menawarkan instrumen social engagement yang lebih cair dan inklusif. Program seperti coaching clinic, pelatihan pelatih lokal, bantuan sarana olahraga, hingga kompetisi antar-akademi dijadikan pintu masuk utama. Di sela-sela kegiatan sepak bola tersebut, materi edukasi energi terbarukan, menjaga kelestarian lingkungan, dan pentingnya pola hidup sehat disisipkan secara halus kepada anak-anak serta pemuda setempat.
Inisiatif ini disambut positif oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI yang melihat potensi ganda dari sinergi lintas sektor ini. Olahraga tidak hanya memupuk kedisiplinan dan gaya hidup sehat, tetapi juga membukakan jalan bagi lahirnya atlet berbakat dari daerah terpencil di sekitar kawasan industri energi.
“Olahraga adalah instrumen pembangunan manusia. Coaching clinic dan pembinaan usia muda di wilayah panas bumi dapat menumbuhkan disiplin, kerja sama, pola hidup sehat, dan membuka jalur prestasi, sekaligus memperkuat kolaborasi antara sektor energi dan olahraga,” jelas Asisten Deputi Kemenpora RI, Tri Winarno.
GSI juga menegaskan bahwa kehadiran program olahraga bukan bertujuan untuk mengaburkan atau mengabaikan persoalan substantif yang dirasakan warga lokal. Penanganan konflik, hak-hak masyarakat, dan keluhan operasional tetap wajib diselesaikan secara akuntabel melalui ruang dialog formal serta mekanisme pengaduan yang transparan.