Peraturan baru untuk musim 2026-2027 memperkenalkan sejumlah langkah untuk mengurangi pemborosan waktu dan mempercepat jalannya pertandingan, termasuk batas waktu baru untuk pergantian pemain, penanganan pemain yang cedera, serta beberapa situasi restart pertandingan. Selain itu, cakupan intervensi VAR diperluas dalam situasi-situasi tertentu.
LALIGA terus mengembangkan model Economic Control dengan memperkenalkan langkah-langkah baru yang memberikan fleksibilitas lebih besar kepada klub sekaligus menjaga keberlanjutan finansial. Klub/SAD diperbolehkan memperpanjang kontrak satu pemain per musim meskipun tidak memiliki kapasitas Financial Fair Play yang mencukupi. Kebijakan ini membantu klub mempertahankan talenta mereka.
Selain itu, pemegang saham dapat memberikan kontribusi hingga €2 juta untuk investasi pada akademi sepak bola usia muda dan/atau sepak bola wanita, tanpa pengeluaran tersebut diperhitungkan dalam batas biaya skuad.
Setelah diluncurkan pada akhir musim lalu, LALIGA Cities Network akan memperluas aktivitasnya selama musim 2026/27 untuk memperkuat kolaborasi antara LALIGA, FEMP, pemerintah kota, dan klub. Inisiatif ini akan mendorong program pendidikan, workshop, serta kegiatan peningkatan kesadaran di kota-kota yang memiliki klub LALIGA.
Dengan memanfaatkan jangkauan sepak bola, program ini bertujuan melawan berbagai bentuk kebencian, dengan fokus khusus pada rasisme dan bullying. Inisiatif ini juga akan mendorong terciptanya lingkungan yang lebih aman dan inklusif.
LALIGA akan memperkenalkan Protocol Guide baru pada musim ini untuk memperkuat pencegahan dan penanganan diskriminasi, pelecehan, serta perilaku yang bersifat seksual di stadion. Panduan tersebut akan memberikan kerangka kerja yang seragam bagi klub dalam menangani situasi tersebut, termasuk melalui penerapan Purple Points dan Purple Rooms.
Melalui FUNDACIÓN LALIGA, program Futura Afición akan mengintegrasikan materi edukasi baru yang dikembangkan bersama AEPAE untuk membantu mencegah dan menangani bullying di kalangan anak-anak dan remaja.
Selain itu, Ligue d’Égalité akan diperluas ke Ethiopia pada musim 2026/27, sehingga semakin memperluas kehadirannya di Afrika. Proyek ini mendorong akses yang setara terhadap sepak bola bagi anak perempuan dan perempuan muda, sekaligus mendukung kepemimpinan perempuan melalui pelatihan bagi pelatih perempuan.
Kesepuluh perkembangan tersebut menegaskan komitmen LALIGA untuk meningkatkan pengalaman penggemar sekaligus membangun kompetisi yang lebih inovatif, kompetitif, dan berkelanjutan, dengan komitmen sosial yang kuat baik di dalam maupun di luar lapangan.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.